Logo Senin, 20 November 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) menyelenggarakan Apresiasi Warna Indonesia (AWI) 2017 yang diberikan kepada 12 figur pengabdi di berbagai bidang pada Jumat (24/8/2017) kemarin di Hall MDC, Slipi Jaya, Jakarta Barat.

JAKARTA, KORANMETRO.com – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) menyelenggarakan Apresiasi Warna Indonesia (AWI) 2017 yang diberikan kepada 12 figur pengabdi di berbagai bidang pada Jumat (24/8/2017) kemarin di Hall MDC, Slipi Jaya, Jakarta Barat.

Acara itu juga sekaligus  dalam rangkaian  pembukaan Rakernas 2017, organisasi profesi wartawan yang tergabung dalam Pewarna Indonesia  dimulai dengan ibadah pembukaan, yang dilayani Dr Tommy Sihotang.

Dalam kotbahnya, Tommy mengajak semua pewarta untuk mewartakan kabar baik. “Mari lupakan berita syor sendiri tapi beritakan kabar baik,  daripada berita-berita buruk seperti yang terjadi belakangan ini,” tegasnya mewanti-wanti wartawan yang hadir di acara tersebut.

Hadir pada kesempatan itu wartawan anggota Pewarna Indonesia dari berbagai provinsi antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten,  Jateng, Sulteng, Sulut dan Riau.

Dalam kesempatan yang sama, mewakili GP Ansor yang diwakili Syaiful menyampaikan bahwa GP Ansor menegaskan komitmennya tentang kebangsaan dan Pancasila. “Jangan kita mempertanyakan agama kita,  tapi mari pertanyakan bagaimana keimanan kita,” pesannya.

Menurut Syaiful ada tiga hal ujian bangsa Indonesia dewasa ini. Yang pertama masalah Pancasila yang sedang diganggu. “Saya kira ini tidak bisa didiamkan. Mari sama-sama berjuang dan menegakkan kebenaran di Indonesia,” jelasnya.

Kedua, sekarang sedang terjadi klaim kebenaran tunggal bangsa ini. Ada yang sekelompok yang merasa benar sendiri. Dan ketiga, tampaknya mayoritas yang diam,  malah mereka sedikit bersuara di darat dan udara.

“Kita harus menyuarakan kebangsaan dan kebenaran. Karena kita ingin hidup aman dan tentram,” tegasnya.

Syaifull hadir mewakili Ketua Umum GP Ansor yang tidak bisa hadir karena bertugas ke Kalimantan. GP Ansor menerima Apresiasi Pewarna Indonesia  untuk keberagaman.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono membagikan plakat bagi 12 penerima penghargaaan AWI 2017 dari berbagai kategori yang diseleksi. Melengkapinya turut diberikan 12 penghargaan bagi yang disebut Sahabat Pewarna.

Diantara penerima itu, ada tokoh nasional Prof Dr  Frans Magnis Suseno, Sabam Sirait, Saor Siagian, Putra Nababan, Sahat Sinurat, Walikota Bekasi Rahmat Effendy dan nama-nama beken lainnya.
Sementara untuk kategori Sahabat Pewarna antara lain diberikan kepada Kamaruddin Hidayat, Maria Sandy, Louis Pakaila dan beberapa tokoh lainnya.

Ketua Panitia, Hotman J Lumban Gaol menyampaikan bahwa seleksi  dari penerima apresiasi ini tidak dilakukan sendiri oleh Pewarna Indonesia, tetapi melibatkan lembaga aras gereja dan lembaga nasrani.

“Seleksi penerima apresiasi ini melibatkan beberapa aras gereja, lembaga Vox Voint tidak dilakukan sendiri oleh Pewarna Indonesia. Jadi figur yang terpilih pasti sudah teruji. Tentu saja masih mungkin ada kekukurangan-kekurangan karena ini baru pertama kali, kita ke depan akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Seperti diketahui, dari 25-27 - Agustus 2017, Pewarna Indonesia mengadakan Rapat Kerja Nasional di Hotel Safari, Megamendung, Puncak Bogor. (jek)