Logo Selasa, 26 September 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Ilustrasi.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Sebanyak 10 anak buah kapal asal Indonesia terdampar di Hong Kong setelah kehilangan kontak akibat kapalnya dihantam Badai Hato pada 24 Agustus 2017.

Para ABK ditampung di Konsulat Jenderal RI di Hong Kong sambil menunggu tanggung jawab pihak agen yang mempekerjakan mereka.

Informasi yang dihimpun dari KJRI Hong Kong, Rabu (6/9/2017), menyebutkan enam ABK bekerja pada kapal tongkang Solid I dan Solid II berbendera Malaysia, sedangkan empat lainnya bekerja pada kapal Yuhai.

Keenam ABK Solid I dan Solid II berhasil diselamatkan otoritas Hong Kong sehari setelah kehilangan kontak antara satu sama lainnya di perairan sekitar Pulau Lantau. Setelah diselamatkan, otoritas Hong Kong mengantarkan keenam ABK tke KJRI Hong Kong di Cause Way Bay.

Sementara kapal Yuhai yang berada dekat Discovery Bay juga terkena dampak badai itu.

Para ABK, termasuk empat orang asal Indonesia meninggalkan kapal dan bergegas menuju KJRI Hong Kong untuk menyelamatkan diri.

Agen yang berkedudukan di Malaysia akhirnya memulangkan keenam ABK Solid I dan Solid II ke Indonesia, Jumat (1/9/2017), dan membayarkan gaji terakhir mereka.

Saat ini mereka masih menunggu proses pencairan klaim asuransi.

Disusul kemudian dengan kepulangan empat ABK Yuhai ke Indonesia setelah menerima pembayaran kompensasi dan tiket pesawat dari pihak agen, Selasa (5/9/2017).

"Mudah-mudahan mereka tetap semangat dan bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga di rumah," kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat. (kus)