Logo Senin, 16 Juli 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Korban penggelapan mobil rental melapor ke Polda Metro Jaya. (ist)

JAKARTA, KORANMETRO.com - Bagi Anda, pemilik kendaraan roda empat harus berhati hati terhadap orang yang menawarkan jasa kerjasama rental dengan iming-iming pendapatan jutaan rupiah setiap bulan. Untung tidak didapat malah kendaraan Anda digelapkan alias dibawa kabur.

Hal itu terjadi kepada sembilan orang korban yang kendaraannya hilang digelapkan pria bernama Bobby Marciano Kaligis (BMK). Mereka ramai-ramai mendatangi Polda Metro Jaya di Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, kemarin,   
untuk memastikan laporan yang mereka buat beberapa hari lalu untuk tindak lanjut perkembangan kasus penggelapan yang dilakukan BMK.

Pria yang tinggal di Jalan Tangguh IV, No.9, RT 011/002 Kel. Kelapa Gading Barat, Kec.Kelapa Gading, Jakarta Utara itu mengaku memiliki kerjasama dengan perusahaah-peruhaan di Purwakarta, Jawa Barat yang merentalkan kendaraan. Dia mengaku masih membutuhkan armada untuk memasok kebutuhan rental rekanan perusahaan tersebut.     

Tak pelak, para korban pun diajak kerjasama dengan imbalan pendapatan tiap bulan hasil rental kendaraan mereka. Salah satu korban, Thomas H Torong, mengaku bertemu dengan pelaku saat nongkrong di kedai kopi, belakang masjid besar Kodamar, Jakarta Utara.

"Waktu saya supir Grab mobil dan ngobrol di kedai kopi bersama rekan lainnya sembari menunggu order, terjadilah obrolan bahwa ada orang rental Kodamar yang mampu menyalurkan sewa mobil ke perusahaan-perusahaan yang berada di daerah Purwakarta," jelasnya.

Untuk mencari simpatik, sambung Thomas, si BMK mentraktir makanan dan kopi mereka bertiga. "Setelah itu dia menjelaskan bahwa rentalnya mempunyai kontrak dengan perusahaan yang mana dia harus memenuhi kuota kendaraan roda empat. Serta menawarkan kerjasama untuk mobil kami. Tawarannya cukup menggiurkan. Selanjutnya, saya pada tanggal 29 Agustus 2017 mengantar mobil ke rumahnya sesuai alamat yang di KTP," terangnya lagi.

Lebih lanjut ungkapnya, lalu pelaku membuat perjanjian kontrak sewa-menyewa 1 unit mobil Daihatzu Xenia Nopol. B.1908 UIB miliknya selama 3 bulan dengan biaya sewa Rp.4.000.000,- setiap bulannya. "Selama itu sewa pembayaran lancar selama 3 bulan. Selanjutnya, dia menelpon saya lagi bahwa mobil diperpanjang lagi sewanya 3 bulan kedepannya. Sehingga saya percaya memang benar rental nya bukan kacangan atau abal-abal."

Oleh karena itu, Thomas, kembali menyodorkan mobil miliknya yang lain Suzuki Ertiga  Nopol. B2940 UFB pada 26 Nopember 2017, dengan perjanjian disewa selama 3 bulan dengan biaya sewa Rp.5.000.000,- setiap bulannya. "Nah, akan tetapi hingga batas waktu sewa berakhir sampai saat ini pelaku Boby tidak mengembalikan mobil saya dan pelaku sudah tidak dapat lagi dihubungi sampai sekarang. Ponselnya sudah mailbox terus," tandasnya kesal.

Dia pun menyambangi rumah pelaku ternyata sudah pindah. "Saya mencoba melacak mobil ke Purwakarta, pencarian di area Plered Purwakarta tidak dapat hasil. Akhirnya saya lapor ke Polres Jakarta Utara pada 6 Mei 2018 pukul 19.30 Wib," jelasnya lagi. Diakuinya, pelaku juga di KTP bekerja sebagai wartawan sehingga menambah kepercayaannya pada BMK.

Ternyata korban penggelapan mobil yang dilakukan BMK dengan dalih mampu merentalkan ke perusahaan - perusahaan tidak satu orang, tetapi ada 9 orang dengan laporan yang sama di lima wialayah Jakarta dan Bogor.

Mereka masing-masing mengalami kerugian mulai Rp 229 juta hingga Rp 600 juta per orang. Oleh karena itu, mereka mendatangi Polda Metro Jaya mendedak segera memburu BMK dan diproses hukum sehingga tak ada lagi korban lain.

"Kami meminta polisi memburu BMK karena sudah menipu banyak orang. Jangan sampai korbannya bertambah banyak," salah satu korban lainnya Karyudi asal Kota Bekasi ini dengan menunjukkan bukti Laporan Polisi miliknya. (jek)

Liat Videonya.