Logo Minggu, 24 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi, Yuli Hartono.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta mengaku salah lokasi pemasangan lampu hias plastik.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Energi, Yuli Hartono, ada dua pohon hias plastik yang salah pasang lokasi penempatan sehingga menjadi pembicaraan masyarakat melalui media sosial.

"Proyek ini sebenarnya tidak ada masalah, tapi ada dua titik yang dipasang di tengah trotoar dan jalur kusus dissabilitas sehingga mengganggu pejalan kaki. Untuk sementara kami cabut dulu sambil berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan untuk mencari tempat yang tepat," kata Yuli di Jati Baru Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Juli mengungkapkan, soal lampu plastik itu semuanya sesuai dengan aturan maupun ketentuan pengadaannya. Tidak ada aturan hukum yang di langgar. Kata dia, penganggaran lampu hias plastik sudah ada sejak tahun 2016, dan baru teralisasi pelaksanaan pada tahun 2017.

Dikatakan Yuli, keberadaan lampu hias plastik berdasarkan Surat Edaran Seketaris Daerah untuk memeriahkan HUT DKI Jakarta. Semuanya sudah dalam aturan hukum.

"Betul, pengadaan 63 titik lampu hias pohon warna-warni adalah proyek milik Sudin Perindustrian dan Energi Jakpus senilai Rp 560 juta, dan dijalankan sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Sebagaimana diberitakan di sejumlah media massa bahwa pengadaan lampu hias pohon berbentuk bunga sakura, bambu, dan lainnya dinilai tidak pas karena merupakan pemborosan. Harga satu pohonnya lebih dari Rp 8 juta, selain itu ditaruh di tempat yang menghalangi pejalan kaki. (potan simamora)