Logo Minggu, 19 Agustus 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Ekonom Senior Fuad Bawasier.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Ekonom Senior  Fuad Bawasier mengatakan tingginya harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) saat ini, harus cepat direspon oleh menteri-menteri bidang ekonomi. Sebab apabila ekonomi mikro yang buruk terus berjalan, negara akan lebih sengsara dan masyarakat bertambah kesulitan sulit dalam menghidupi dirinya.

"Kondisi ekonomi mikro kita memprihatinkan, segara ditangani dengan cepat. Sekarang  pedagang kecil, rumah makan, dan pedagang kali lima di pasar tradisional dan pedagang besar pun sudah mengeluh karena tingginya harga-harga, akibatnya sepi pembeli," kata Fuad Bawasier pada diskusi Sekretaris Bersama The Kemuning, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018) malam.

Fuad menilai ada kebijakan sejumlah menteri di bidang ekonomi yang salah. Kebijakan salah itu malah terkesan disengaja, dan hal itu tidak baik.

"Indikatornya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 14200. APBN 2018 devisit, neraca perdagangan mengalami penurunan, dan eksport kita turun, sementara impor mengalami kenaikan," katanya.

Laporan para menteri ekonomi kepada Presiden Jokowi selalu baik. Mereka berbohong. Padahal faktanya di masyarakat, ekonomi mikro kita sangat sulit.

"Generasi muda kita sulit mencari kerja, harga-harga tinggi sekali, harga telor ayam saya mencapai Rp29.000 sampai Rp 30.000. Juga harga sembako yang lain," kata Fuad.

"Ironinya, kita berikan masukan, tidak didengarkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani selalu melaporkan hal-hal yang baik kepada Presiden Jokowi," ucapnya.

Menurut Fuad pendapatan dari sektor pajak bea san cukai lebih dari 40 persennya dimanfaatkan untuk membayar hutang dan bunga cicilan.

"Ini bahaya sekali. Pendapatan dari sektor pajak, 40 persennya hanya untuk membayar pajak, cicilan dan membayar denda," katanya. (potan simamora)