Logo Minggu, 24 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Stadion Patriot Chandrabaga.

BEKASI, KORANMETRO.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, baru merampungkan 25 persen proyek rehabilitasi Stadion Patriot Chandrabaga, sebagai salah satu arena sepakbola Asian Games 2018. Rehabilitas Stadion Patriot Chandrabaga digulirkan sejak Desember 2017.

"Sampai saat ini perkembangan yang kami dapat baru pada taraf penggantian rumput. Saat ini rumput di lapangan bola sedang kami ganti yang baru, sebab yang lama sudah banyak yang botak," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, Teddy Hafni, di Bekasi.

Menurut dia, proses penanaman rumput baru jenis Zoysia matella itu juga dibarengi pembenahan saluran air pada bagian bawahnya agar tidak terjadi genangan saat hujan turun.

Dia bilang, tahapan lanjutan adalah memasang kamera pengawas (CCTV) dari semula hanya 20 unit, akan ditambah sebanyak 50 unit lagi. Mereka juga akan memasang bola lampu pengganti stadion berdaya 1.600 lux untuk ditingkatkan kapasitas terangnya menjadi 2.000 lux.

Selain itu, bangku pemain cadangan juga akan diganti dengan yang sesuai standar Asian Football Confederation. "Kalau dihitung per hari ini progresnya baru kisaran 25 persen," katanya seperti dilansir Minggu (8/4/2018).

Mereka tengah mengebut proses rehabilitasi Stadion Patriot Chandrabaga, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, itu mengingat gelaran Asian Games berlangsung pada 18 Agustus 2018.

"Hingga hari ini kami masih sesuai jadwal. Kami menargetkan rehabilitasi stadion ini selesai paling lambat Juli 2018," katanya.

Target penyelesaian proyek itu berdasarkan surat perintah kerja yang mengharuskan proyek itu rampung dalam 210 hari kerja sejak digulirkan pada 17 Desember 2017.

Pendanaan proyek rehabilitasi Stadion Patriot Chandrabaga yang bersumber dari pemerintah pusat itu akan mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Assosiation Football Club, Internasional Olympic Committee dan Federation of International Football Association (FIFA).

"Itu adalah acuan dasarnya. Harus memenuhi klasifikasi internasional," katanya. (potan)