Logo Rabu, 13 Desember 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

JAKARTA, KORANMETRO.com - Distributor daging sapi impor asal Jepang, Japan Wagyu Export Promotion Committee-Japan Livestock Product Export Promotion Council, hadir pada Pameran produk kuliner SIAL Interfood 2017 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, yang dibuka sejak 22 - 25 November 2017.

Di acara pameran tersebut, Wagyu Japan Beef memperkenalkan tentang proses produksi serta kualitas daging sapi wagyu kepada para pengunjung. Wagyu Japan Beef juga secara langsung mengedukasi pengunjung dengan mengedepankan pada product knowledge dan branding produk.

Hideki Tabata, Omi Beef Export Promotion Cooperative, mengatakan ada tiga karakter utama sapi Jepang yang menjadi sumber penghasil daging wagyu. Pertama, daging wagyu berasal dari sapi ras Jepang yang asli dan murni dan bukan sapi hasil perkawinan silang dengan sapi ras lain.

"Kemudian yang kedua, serat dagingnya juga sangat halus dan lembut. Lemaknya mengandung asam lemak tak jenuh dan titik leleh rendah sehingga terasa meleleh di mulut, serta pola penyebaran lemak putihnya memiliki struktur yang indah, dagingnya berwarna merah serat otot memiliki tekstur yang berair," terang Hideki, di sela-sela acara, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (22/11/17).

Ketiga, lanjutnya, daging wagyu memiliki rasa dan aroma yang unik. Saat dimasak, daging wagyu kaya aroma manis menyerupai seperti aroma kelapa.

Sementara itu, Johana Koswara, M.Bus. CPA, Managing Director PT Global Pratama Wijaya juga memaparkan, faktor kelezatan daging sapi ada 3, yaitu tekstur, rasa dan aroma. Diantaranya terdapat aroma khas wagyu yang biasa disebut 'aroma wagyu'.

Aroma wagyu manis dan kaya akan rasa dan aroma. Jika dihirup, aroma daging ini seperti aroma buah persik atau kelapa. "Aroma ini akan keluar ketika disantap dan dikunyah. Dagingnya yang empuk dan lembut membuat wagyu mudah 'meleleh' di lidah. Setelah dimakan," kata Johana saat ditemui di booth Beef Japan, Selasa (22/11/17).

Johana juga berujar, aroma wagyu ini akan terasa lebih ketika daging dipanaskan pada suhu 80 derajat celcius. Suhu ini sama dengan suhu paling sesuai untuk masakan khas Jepang, yaitu sukiyaki ataupun shabu-shabu.

"Wagyu Japan Beef ini menyasar pada B-to B. Selain itu wagyu juga belum terlalu banyak orang konsumsi jadi hanya didistribusikan ke beberapa hotel berbintang, Fine dining atau private caterer," tandasnya.

Begitu istimewanya wagyu, sehingga tak heran jika harganya sangat mahal. Biasanya para penikmatnya datang dari kalangan menengah atas. "Wagyu Japan Beef original harganya bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta/kg," pungkasnya.

Pada pameran SIAL Interfood 2017 kali ini, pihaknya mendatangkan daging wagyu asli Jepang yang bisa dicoba langsung kelezatannya oleh pengunjung selama pameran berlangsung.