Logo Sabtu, 21 April 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Kopdarda Bacaleg 2019 PSI Kota Bekasi di Radja Sunda Restoran, baru-baru ini.

BEKASI, KORANMETRO.com – Memasuki tahun politik mejelang pesta demokrasi Pileg dan Pilres 2019, sejumlah partai politik membuka lowongan untuk Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) termasuk partai baru seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Perekrutan Bacaleg 2019 ini dijaring baik melalui internal maupun eksternal yang dibuka untuk gelombabang ke-2 hingga tanggal 31-Maret-2018. Begitu juga di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Bekasi tercatat sudah 50 orang mendaftar ke kantor Sekretariat yang berlokasi di Jl. Rs Mekarsari No. 26, RT 03/RW 03, Kel. Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.  

Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati, menjamin Bacaleg yang mendaftar ke PSI tidak dimintai mahar. “Ini untuk kesekian kalinya saya katakan, kami PSI Kota Bekasi lagi menjaring siapa saja dan terbuka untuk umum menjadi bakal caleg dari PSI tanpa mahar, saya jamin itu,” katanya di Radja Sunda Restoran, Kota Bekasi, baru-baru ini.

Kesempatan itu tak disiasiakan oleh salah satu pengurus PSI dari DPC Bekasi Barat, Wiwik Nainggolan, yang terpanggil ingin mendaftar Bacaleg 2019. Meskipun awam dalam berpolitik, ibu satu anak yang menjabat Bendahara ini bersikukuh ingin mencoba, apalagi partai yang menjadi pilihannya ini mengharamkan mahar bagi Bacaleg-nya.  

"Saya terpanggil ingin memperjuangkan hak-hak perempuan khususnya bagi perempuan pekerja masih banyak diskriminasi di perusahaan atau pabrik di Kota Bekasi. Dari jalur politik praktis kita bisa berjuang menentukan kebijakan yang keberpihakan kepada pekerja perempuan. Apalagi PSI sangat mengakomodir suara perempuan, karena pengurusnya minimal 30 persen adalah perempuan," jelas Sis Wiwik, sapaan akrabnya.

Diakuinya, sebelum terjun ke PSI, dia sangat apatis dengan politik karena tak dipungkiri paradigma politik menurut masyarakat kebanyakan adalah hal yang kotor.

“Semua partai politik dibuat memiliki tujuan yang baik. Dimana parpol merupakan alat demokrasi untuk menjalankan pemerintahan. Namun memang sayang, tak sedikit oknum orang yang di dalam parpol banyak yang berlaku kotor hanya karena opsesi ingin berkuasa. Dan tentunya budaya kotor ini jangan terus dibiarkan. Mari orang - orang baik yang belum terkontaminasi ambil bagian memperbaiki sistem politik Indonesia agar benar-benar amanah untuk rakyat," jelasnya, Selasa (20/3/2018).

Ia mengaku, tidak memiliki modal rupiah sedikitpun untuk maju sebagai calon legislatif. Hanya memiliki semangat ingin bisa berbuat bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

"Jika kita bisa di legislatif, otomatis punya akses untuk bisa membantu orang banyak, khususnya bagi kaum perempuan. Jika memang dipercaya oleh masyarakat, saya akan melakukan yang terbaik. Apalagi saya ini bukan anak pejabat atau orang kaya, hanya modal doa dan semangat saja bro," tambahnya mengakhiri bincang-bincang.(rus)