Logo Sabtu, 23 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Syarif, Sekretaris Komisi A DPRD DKI.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Koordinator Wilayah Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Korwil MP BPJS) DKI Jakarta, M Syarif mengakui hingga kini banyak pekerja yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk mendorong masyarakat berpartisipasi, MP BPJS DKI mengadakan penataran (upgrading) terkait BPJS Ketenagakerjaan terhadap seluruh anggotanya.

"Tujuannya, membekali anggota MP BPJS DKI tentang BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, mudah menyosialisasikan tentang BPJS Ketenagakerjaan dan program-programnya," kata Syarif yang juga Sekretaris Komisi A DPRD DKI ini, Selasa (27/02/2018).

Syarif, menjelaskan, ada cara sederhana untuk mengukur masyarakat sejahtera atau belum. Caranya, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau tidak.

"Kalau belum, berarti belum sejahtera," ujarnya sela-sela "Upgrading BPJS Ketenagakerjaan" di Jakarta.

Sebab jelas Syarif, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja informal maupun formal memiliki jaminan kala mengalami musibah. Setidaknya, biaya untuk berobat ataupun keluarganya tak harus mengeluarkan kocek pribadi.

"Kan bisa dibayangkan, kerja terus kecelakaan dan di-cover negara. Dibandingkan enggak di-cover dan biayai sendiri, apa yang didapat lima tahun habis untuk berobat," tegasnya.

Sementara itu pada kesempatan sama, Koordinator Nasional (Kornas) MP BPJS, Hery Susanto, mengapresiasi Syarif cs. Menurutnya dengan digelarnya penataran setelah mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) MP BPJS DKI, diharapkan anggota langsung membentuk kepengurusan Koordinator Cabang (Korcab) MP BPJS usai acara tersebut. Minimal di lima kota se-Jakarta. Lalu, menjalin sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti Syarif, Hery juga menyarankan Anggota MP BPJS di Jakarta menjadi kader Perisai. Soalnya, banyak manfaat yang diperoleh.

"MoU (memorandum of understanding) penting untuk gerakan kawan-kawan jadi agen-agen Perisai," terangnya.

Setelah terdaftar sebagai agen Perisai, nantinya diberikan beragam alat pendukung.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading, Pepen S. Almas, menyatakan, pihaknya siap bersinergi dengan MP BPJS DKI untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

"Kami sambut baik komitmen untuk jadi agen Perisai. Dengan jadi Perisai, punya peran ke masyarakat untuk memberi kesadaran untuk jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," terangnya dalam acara yang diikuti sekira 60 Anggota MP BPJS DKI.

Pepen mengatakan, empat dari lima program dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dilaksanakan PBJS Ketenagakerjaan. Perinciannya, jaminan kecelakaan kerja (JKK), kematian (JK), hari tua (JHT), dan pensiun (JP). Sisanya, dikelola BPJS Kesehatan.

Dia menambahkan, tiap pekerja formal dan informal memiliki risiko. Untuk itu, harus memiliki jaminan, agar lebih tenang. Peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan 48 kali gaji kala mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia. "Tapi kalau meninggal biasa, dapat Rp24 juta. Kalau ada anak yang sekolah, tambah beasiswa Rp12 juta," imbuhnya.

Pepen melanjutkan, premi BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja formal dan informal cukup terjangkau. Jauh lebih murah dibanding "Negeri Singa". "Di Singapura, besarannya iuran 36 persen. Kalau gaji Rp1 juta, berarti Rp360 ribu per bulan," ungkapnya.

Agar Anggota MP BPJS DKI lebih memahami tentang agen Perisai, dia mengatakan, pihaknya siap menggelar pelatihan. "Nanti tempatnya mau di sini, Kelapa Gading, atau mana lagi, silakan," tuntas Pepen. (potan)