Logo Minggu, 24 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis Uchok Khadafi.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Uang Rp3,25 miliar yang disebut Zaini Ismail untuk mendapatkan posisi Plt Gubernur Riau pada 2014 lalu dinilai tidak wajar. Karena dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 30 Juni 2015, Zaini hanya memiliki kekayaan Rp3,5 miliar yang mayoritas berupa aset tak bergerak.

“Bahkan jumlah uang kas yang dilaporkan  pada 2015 hanya Rp107 juta. Sedangkan pada LHKPN 2008, Zaini melaporkan hanya memiliki kas Rp179 juta. Kalau dalam 7 tahun itu uang kasnya meningkat sampai 3 miliar lebih itu harus ditelusuri karena tidak sesuai dengan profilenya,” kata Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis Uchok Khadafi saat dihubungi KORANMETRO.com, Kamis (10/5/2018).

Menurutnya, sangat tidak mungkin memberikan uang melampaui jumlah kekayaannya. Kemungkinan lain, Zaini berbohong dalam melaporkan kekayaanya.

“Tapi sulit berbohong dalam melaporkan harta kekayaan ke KPK karena pasti dilakukan analisis,” tegas Uchok.

Sebagai informasi, dalam https://acch.kpk.go.id/pengumuman-lhkpn/ Zaini telah 4 kali melapor harta kekayaan yakni tahun 2002, 2005, 2008 dan 2015. Harta kekayaan yang dilaporkan pada 2008 yakni Rp1,2 miliar dengan uang kas atau setara kas Rp107 juta. Pada 2015 harta kekayaannya naik menjadi Rp3,5 miliar dengan mas atau setara kas Rp179 juta. Kenaikan itu disebabkan naiknya nilai properti yang dimilikinya.

Zaini sendiri diketahui menjadi birokrat selama 36 tahun. Di antaranya, Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, Pelalawan, Kota Pekanbaru dan lainnya. Kemudian, menjadi Sekdaprov Riau di era lima Gubernur Riau, yakni di era Rusli Zainal, Mambang Mit, Annas Maamun, Johermansyah Johan dan Arsyadjuliandi Rachman.

Pada Januari 2018 lalu, Zaini Ismail mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) didatangani untuk menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur mendampingi Syamsurizal. Syamsurizal diketahui merupakan mantan Bupati Bengkalis.

Zaini Ismail mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, mengklaim mengantongi dukungan dari PKB dan Partai Gerindra.

Namun, KPU Riau menolak Zaini karena koalisi PKB-Gerindra secara resmi sudah mendaftarkan duet Lukman Edy-Hardianto sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2019-2024. Berkas pendaftaran yang dimasukkan Lukman Edy-Hardianto sebelumnya sudah dinyatakan sah dan diterima KPU Riau. (potan simamora)

 

Radja Konsultan Perizinan, siap membantu pengurusan dokumen legalitas perusahaan Anda dalam mendirikan PT, CV, UD, Koperasi, SIUP, TDP, TDUP, IUI, TDG, SIUP MB, IMB, KRK, IPTB, SLF, SKK, dll. Untuk wilayah Jakarta, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Untuk info lengkap hotline: 081510868686 / WA: 081285833108. (Jack Rusto)