Logo Sabtu, 23 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Pulau Kemaro.

PALEMBANG, KORANMETRO.com - Palembang banyak memiliki daerah wisata yang menarik. Di sana ada sebuah pulau yang memiliki sejarah unik dan kini telah dikembangkan juga sebagai pulau wisata, itulah Pulau Kemaro.

Nama Kemaro diberikan oleh penduduk setelmpat. Kemaro berarti kering. Pemberian nama ini dilakukan karena pulau ini memang merupakan delta kecil yang selalu kering.

Perayaan Cap Go Meh  di Pulau Kemaro, Sumatra Selatan, termasuk yang jadi perhatian masyarakat. Ribuan orang hadir dan mengadakan berbagai kegiatan yang menarik wisatawan.

Selain itu, di pulau ini ada makam putri Palembang, Siti Fatimah. Menurut legenda setempat yang tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio diketahui zaman dahulu ada seorang pangeran dari Negeri China bernama Tan Bun An datang ke Palembang untuk berdagang.

Ia meminta izin ke Raja Palembang, lalu bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan sang putri.

Mereka menjalin kasih dan berniat ke pelaminan. Tan Bun An lalu mengajak Siti Fatimah ke daratan China untuk bertemu kedua orangtuanya. Setelah beberapa waktu, mereka pun kembali ke Palembang.

Pulau ini juga menjadi tempat berdirinya vihara China, Klenteng Hok Tjing Rio yang dibangun 1962, suatu tempat untuk berdoa yang diyakini oleh warga keturunan.

Di sini terdapat juga  sebuah pohon yang disebut sebagai “Pohon Cinta” dilambangkan “Cinta Sejati” antara dua bangsa dan budaya berbeda pada zaman dahulu antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran Negeri China.

Konon, jika ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang pernikahan. Tak ayal, Pulau Kemaro juga disebut sebagai Pulau Jodoh.

Untuk menuju pulau ini, wisatawan bisa melakukan penerbangan ke bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Dari bandara, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menuju sungai musi.

Jarak bandara dengan sungai musi ini hanya 6 km. Bisa naik taksi atau mobil sewaan yang ada di bandara. Jika ingin mencoba transportasi umum,  bisa naik bus kota ke jembatan Ampera.

Setelah sampai Sungai Musi atau Bengteng Kuto Besak, lalu menyewa perahu yang  menuju pulau Kemaro Waktu tempuhnya adalah sekitar 30 menit. (rus)