Logo Senin, 20 November 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Sekelompok warga kembali mendatangi kantor BPD Segarajaya untuk mempertanyakan sikap BPD dengan adanya aksi unjuk rasa penolakan pelaksanaan pergantian kepala desa antar waktu. (footo: tahar)

BEKASI, KORANMETRO.com - Kantor BPD Segarajaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi kembali dibanjiri oleh berbagai kelompok warga berkaitan dengan adanya aksi unjuk rasa yang menolak diadakannya pergantian kepala desa antar waktu (PAW) pada (6/9/2017) lalu.

Hadirnya massa pendukung yang datang secara berkelompok hingga memenuhi setiap sudut halaman kantor Sekretariat BPD tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu sempat menimbulkan keterkejutan aparatur desa yang sedang berdinas.

"Betul pak, Saya datang kesini bukan untuk demo, saya ke sini cuma mau tau sikap dari BPD. Apakah PAW ini dilanjut apa tidak?" ujar salah satu warga saat ditemui wartawan KORANMETRO.com di gerbang kantor desa.

Hasil penelusuran KORANMETRO.com di TKP diketahui bahwa mayoritas dari warga yang hadir memenuhi halaman kantor BPD tersebut adalah masa pendukung dari Balon Kades Sumanto yang telah menggusung Minan untuk menjadi Kepala Desa PAW.

Ketika ditanya apakah kedatangannya di kantor BPD untuk menolak terlaksananya PAW, dengan antusiasnya menjawab "Tidak Pak, saya justru mendukung langkah BPD untuk PAW," jawabnya serentak.

Ketua BPD Segarajaya, Mulyadi S.Pd yang berkesempatan hadir bersama salah satu anggota BPD, Arie J,L akhirnya bersedia menemui warga untuk memberikan pernyataan sikapnya bahwa BPD dalam menjalankan aturan bukan berdasarkan keinginan salah satu pihak tapi berdasarkan undang-undang dan sampai saat inipun tak ada pembahasan untuk menghentikan adanya proses penjaringan kepala desa

"Kami BPD akan terus menjalankan proses PAW ini, kita di sini akan pasang badan bila ada salah satu pihak ingin membatalkan proses PAW, batalkan dulu dong undang-undang-nya, kalau kita tidak menjalankan undang-undang tentang PAW, pastinya kita juga nanti akan didemo kenapa tidak menjalankan undang-undang," terang Mulyadi di Kantor Sekretariat BPD.

Ditempat yang sama hal senada juga diutarakan Arie JL kepada perwakilan warga yang memasuki ruang sekretariat BPD.

"Kami jelaskan di sini, bahwa Kami dari BPD bukan sekedar dukung mendukung, hanya kebetulan saja undang-undang nya ini menguntungkan salah satu calon. Tapi bukan berarti kita yang memberi keuntungan kepada calon kades tapi undang undang. Sehingga dibuatlah ini sebuah kepentingan politik bahwa BPD ini seakan akan memang sengaja dibuat untuk memenangkan satu calon. Kita berdoa saja, semoga pada Senin mendatang Bupati sudah menetapkan PJ," jelas Arie.

Ditempat terpisah, H Agus Sofyan SE selaku Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi ketika dipinta tanggapannya terkait pelaksanaan PAW di Desa Segarajaya yang saat ini masih menunggu ditetapkannya PJ oleh Bupati kepada KORANMETRO.com menyatakan menyerahkan semuanya pada proses undang-undang tentang Desa dan berpayung hukum

"Saya selaku Ketua Apdesi berbicara tentang Segarajaya baik PJS, PLT, dan PAW harus ditempuh secara prosudur berpayung hukum dengan undang-undang tentang desa dan harus ada petunjuk serta arahan bupati karena semua hal itu bermuara dan hak prerogatif bupati dan BPD juga harus mengedepankan tugas kewewenangan dan fungsinya sebagai Penampung aspirasi masyarakat dan sebagai badan pengawas desa," ujarnya menanggapi proses PAW di Desa Segarajaya, dirinya juga mengaku akan terus memonitor perkembangan yang terjadi.

"Harapan saya semoga semua yang pro dan kontra terhadap pelaksanaan PAW bisa saling menghormati dan menyerahkan semuanya pada instansi terkait," sambung H. Agus. (tahar)