Logo Rabu, 21 Februari 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Timur.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Masyarakat mengapresiasi kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Timur. Pasalnya, PTSP tersebut terus meningkatkan pelayanan khususnya dalam memberikan kemudahan kepada setiap warga yang ingin mengurus perizinan di sana.

"Saya sangat puas mengurus izin di PTSP Jakarta Timur," ujar Salah seorang warga Haji Dadang, yang ditemui usai mengurus izin pada Jumat (2/2/2018) di PTSP Jakarta Timur.

Haji Dadang merasa terbantu saat mengurus izin Sertifikat Keselamatan Kebakaran (SKK). Menurutnya sangat mudah dan cepat tanpa ada pungli sama sekali. "Senang deh pokoknya pengurusan sekarang lebih mudah tampa ada dipersulit. Bahkan mereka memberikan solusi jika persyaratan yang belum bisa dilengkapi," kata dia.

Sementara itu, Kepala PTSP Jakarta Timur, Desti Erna Ningsih SH, MH, mengatakan pelayanan kepada masyarakat memang menjadi prioritasnya.

Dia berharap semakin banyak warga yang mengurus izin ke PTSP Jakarta Timur. Hal ini sangat baik, agar masyarakat tertib administrasi dan perizinan dalam menjalankan usahannya," kata Desti.

Desti menegaskan, untuk mengurus perizinan di PTSP Jakarta Timur sangatlah mudah. "Asalkan seluruh persyaratan sudah terpenuhi, Insya Allah perizinan akan cepat diselesaikan," tandasnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa persepsi positif warga masyarakat untuk meminta perizinan di Jakarta meningkat secara drastis. Ia pun mengapresiasikan langkah Kepala PTSP Jakarta Timur dalam mempermudah perizinan.

"Kedepan untuk mengurus izin di DKI akan makin gampang. Izin mendirikan bangunan kedepan akan menjadi mudah selama 3 jam. Juga akan ada Arsitek yang tidak ecek-ecek yang pasti membanggakan yang akan memberikan konsultasi gratis dengan luasan bangunan tertentu," katanya beberapa waktu lalu.

Sandi juga menyinggung soal laporan Bank Dunia (World Bank) tentang kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) tahun 2018.
Indonesia berada pada posisi 72, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir atau naik sebanyak 34 peringkat.

Menurut Sandi, Jakarta memiliki peranan penting dalam survey EODB yaitu kota yang mewakili Indonesia. Untuk dijadikan lokasi perhitungan dengan bobot 78 persen.

"Jika terus diperbaiki kita akan naik diangka 40 besar di dunia pada 2020 nanti. Insya Allah," ujar Sandi.

Sandi berharap, nilai-nilai kearifan lokal dalam pelayanan dapat mengubah wajah birokrasi di Jakarta yang dahulu kerap mendapatkan stigma negatif seperti pelayanan yang kaku, berbelit dan rumit menjadi birokrasi yang setia melayani Jakarta. (dra/jek)