Logo Minggu, 19 Agustus 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Ilustrasi.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Polda Metro Jaya berhasil menangkap muncikari Kalibata City yang menawarkan anak di bawah umur kepada para pelanggannya melalui aplikasi chat beetalk.

"Tersangka SBR membuka aplikasi Beetalk dan menawarkan dengan menulis OPEN BO atau Booking Out atau menerima pesanan perempuan yang dapat memuaskan seksual," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda, Rabu (8/8/2018).

Menurut Aryo, mucikari SBR memberikan nomor WhatsApp (WA), setelah itu akan dilanjutkan komunikasi. Melalui komunikasi WA kata Argo, mucikari
SBR akan mengirimkan foto-foto anak di bawah umur dengan daftar harganya.

"Apabila ada tamu yang berminat dan setuju selanjutnya mereka janjian bertemu di Taman Tower Flamboyan dan mempertemukan pelanggan dengan perempuannya," jelas Argo.

"Tarif untuk anak-anak tersebut mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta, dan hasil transaksi para muncikari akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50.000 dari anak-anak tersebut," tambahnya.

Untuk diketahui Ditreskrimum Polda Mertro Jaya kembali mengungkap praktik prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Tiga orang tersangka dalam kasus ini bersinisial SBR alias Obay, TM alias ONCOM, dan RMV ditangkap pada tanggal 3 Agustus lalu.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, ketiga tersangka berperan sebagai muncikari yang menyediakan tempat untuk pencabulan. Pengungkapan kasus itu kata dia hasil laporan dari warga yang tinggal di apartemen tersebut.

"Atas aktifnya masyarakat yang tinggal di sana dalam memberikan informasi itu tim melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa menangkap mucikari dan juga mengamankan beberapa wanita di bawah umur," ujar Kombes Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu.

Kombes Nico melanjutkan, sebagai bentuk tidak lanjut terhadap masalah tersebut pihaknya telah bekerjasama dengan RT, RW, dan satpam tersebut untuk membentuk sistem sosial pengamanan. (potan simamara)