Logo Senin, 16 Juli 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli saat menjadi pembicara diskusi yang berlangsung di Sekber Partai Gerindra Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, apabila pemerintah belum mengambil langkah  internal nyata dalam mengatasi masalah ekonomi yang semakin terpuruk saat ini, besar kemungkinan Indonesia akan kembali mengalami Krisis Moneter (Krismon) seperti tahun 1997.

"Kurs dolar AS  saat ini sudah mencapai Rp 14.250, dan harga kebutuhan hidup melonjak tinggi. Mau dibawa kemana kita ini," kata Rizal Ramli dalam diskusi yang berlangsung di Sekber Partai Gerindra Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018) kemarin.

Langkah yang perlu dilakukan pemerintah, kata dia seperti Jepang dan China dimana kedua negara itu melakukan pemotongan pajak dan penurunan harga di berbagai bidang, dan tidak dengan meminjam uang kembali pada IMF. Sebab menurutnya langkah mendapatkan pinjaman sama halnya dengan masuk kedalam jurang.

"Contoh Jepang dan China berhasil lolos dari krisis berkat pemotongan pajak dan penurunan harga di berbagai bidang, sehingga ekonomi kembali tumbuh lebih dari 12 persen tiap tahunnya," tegas Rizal.

"Kalau kita kembali minta bantuan kepada bank dunia tersebut, maka kita akan kembali jatuh di lobang yang sama," tambahnya.

Lebih lanjut Rizal menambahkan, perubahan dengan uang apabila tidak berhasil, perubahan secara militansi kalau memungkinkan, bisa saja dilakukan.

"Perubahan bisa dengan militansi. Perubahan tidak hanya dengan uang, dengan militansi bisa kalau perekonomian nyungsep," tandasnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Prabowo, Sandiaga Uno mengatakan DPP Gerindra segera mengumumkan nama calon wakil presiden. Saat ini, partai berlambang garuda ini masih mempelajari sejumlah tokoh yang bakal mendampingi Prabowo pada pencapresan 2019.

"Nanti sebelum tanggal 10 Agustus  kami akan umumkan," ujar Sandi.

Sandi berandai-andai kalau Rizal Ramli dipasangkan dengan Prabowo akan menjadi pasangan yang luar biasa.

"Perpaduan antara pasangan ahli kebangsaan dan pakar ekonomi, tidak ada salahnya," ungkapnya. (potan simamora)