Logo Minggu, 24 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan, Pemprov tetap menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 38,9 triliun tahun 2018, untuk itulah semua petugas pajak di ibukota harus memberikan pelayanan terbaik pada wajib pajak (WP) sampai paripurna saat membayar pajak.

Menurutnya petugas pajak tidak boleh mempersulit WP, termasuk memberikan layanan apabila WP datang pada waktu bersamaan jam istirahat.

"Jangan sampai ada wajib pajak yang dipingpong, disuruh ke ruangan sana, ke ruangan sini. Layanilah para wajib pajak sampai tuntas membayar kewajibannya. Jangan ada beralasan kepada wajib pajak mau makan siang dulu karena wajib pajak kebetulan datangnya saat istirahat, utamakan melayani mereka dulu baru makan siang," kata Saefullah saat membuka acara Sosialisasi Penegakan Hukum Pajak Daerah Bersama KPK di gedung Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018) kemarin.

Saefullah juga mengharapkan, BPRD DKI melanjutkan terobosan yang dilakukan tahun 2017 seperti kerja sama dengan Dirlantas Polda Metro melakukan razia kendaraan bermotor untuk pengesahan STNK dan pajak mobil mewah.

"Saya minta segala sesuatu yang baik pada 2017, dilanjutkan lagi di tahun 2018 ini. Bahkan dievaluasi, yang baik dilanjutkan yang belum berhasil dimaksimalkan. Ini penting agar target pendapatan pajak sebesar Rp 38,9 triliun dapat tercapai," tegas Saefullah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPRD DKI Edi Sumantri menyebutkan, guna mencapai target pemasukan sektor pajak, pihaknya menyiapkan 60 orang juru sita di BPRD.
Para juru sita itu kata dia, bertugas menagih tunggakan pajak titipan masyarakat yang belum disetor ke kas daerah dan dikawal beberapa instansi.

"Ada 60 orang juru sita, mereka akan dikawal KPK, KPK DKI, BPK DKI dan SKPD terkait bekerja sama menagih tunggakan pajak titipan masyarakat yang belum disetor ke kas daerah oleh para pengusaha industri restoran, hiburan, dan hotel," jelas Edi

Hingga Rabu (18/4/2018), pecapaian pemasukan pajak dan retribusi dari 13 jenis pajak dan retribusi telah mencapai Rp 8,078 triliun atau 21,19 persen. Target pajak daerah tahun 2018 sebesar Rp 38,125 triliun.

Sedangkan target sesuai Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp38,9 triliun.

"Tahun 2018 ini adalah tahun maksimalisasi penerimaan pajak. Kami (BPRD) bersama KPK, KPK DKI dan BPK Perwakilan DKI akan melakukan program penegakan hukum bagi wajib pajak dengan melakukan penagihan paksa, pelelangan bagi wajib pajak berjenis official assessment yang ditetapkan oleh BPRD," tegas Edi. (potan simamora)