Logo Minggu, 24 September 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Eman Ahmed Abd El Aty (36).

JAKARTA, KORANMETRO.com - Wanita paling gemuk sedunia, yang memiliki berat 495 kg, diangkut dari tempat tidurnya menggunakan crane lalu diterbangkan dengan pesawat kargo untuk menjalani operasi di India.

Eman Ahmed Abd El Aty (36), nama perempuan itu, berhasil terbang dari Mesir ke India untuk operasi penurunan berat badan sehingga jiwanya pun bisa diselamatkan.

Eman tidak pernah meninggalkan rumahnya di Alexandria selama 25 tahun karena tak bisa beranjak dari tempat tidurnya akibat badannya yang begitu besar.

Setelah terbang selama tujuh jam, Eman ditempatkan dalam sebuah truk mini di bandara Chhatrapii Shivaji Internasional dan diangkut ke Rumah Sakit Saifee di Mumbai, India Barat, di mana ia akan menjalani serangkaian prosedur bariatrik.

Dia ditemani adiknya, Shaima Ahmed, dan tim dokter rumah sakit.

Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan bahwa Eman bersama adiknya Shaima Ahmed tiba di Mumbai sekitar pukul 04:00 dini hari.

"Tim dokter di Mesir selama 10 hari telah mengoptimalkan kondisi Eman untuk perjalanannya," katanya seperti dilansir dari suara.com, Senin (13/2/2017).

"Mengingat fakta bahwa dia sangat berat, dan tidak bergerak selama 25 tahun terakhir, dia berada pada risiko tinggi (menderita) emboli paru."

Eman terlahir dengan tubuh raksasa, yakni 4,9 kg dan didiagnosis kaki gajah, infeksi parasit yang menyebabkan pembengkakan ekstrem di tungkai dan lengan.

Pada saat ia berusia 11 tahun, ia terlalu berat untuk menopang badannya sendiri dan terpaksa merangkak di rumah dengan lututnya.

Suatu waktu dia putus sekolah dasar dan mengalami peristiwa tragis saat terserang stroke di otak hingga membuatnya terbaring di tempat tidur.

Dia mengalami kelumpuhan di kaki kanan dan lengan kanan yang membuatnya benar-benar tak bisa beranjak dari tempat tidur.

Sebelum terbang, tempat tidur khusus dibuatkan untuk Eman dan peralatan khusus juga dipasang di pesawat kargo dalam kasus darurat, termasuk ventilator portabel, defibrillator portabel, silinder oksigen, intubasi laringoskop dan obat-obatan.

Keluarga Eman telah mengajukan permohonan melalui online kepada Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk memberikan bantuan medis.

Setelah mendengar kasusnya, Dr Muffazal Lakdawala telah menawarkan tindakan medis gratis kepada Eman. (rus)