Logo Senin, 20 November 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Properti perumahan.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Selain terjadi pada pasokan, survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan perlambatan juga dialami pada segmen permintaan properti komersial.

Secara tahunan, pertumbuhan pasokan properti komersial pada triwulan II-2016, atau sepanjang April-Juni sebesar 2,22 persen tidak sebanyak triwulan I-2016 atau Januari-Maret, yaitu 2,74 persen.

Untuk pertumbuhan tahunan permintaan properti komersial, hanya sebesar 2,29 persen di triwulan II-2016. Sedangkan pada triwulan I-2016, pertumbuhan tercatat 3,64 persen.

"Indeks permintaan terhadap properti komersial pada triwulan II-2016 juga menunjukkan pertumbuhan yang melambat sebesar 0,28 persen, dibandingkan triwulan sebelumnya 0,38 persen," tulis survei Bank Indonesia.

Permintaan yang melambat terutama terjadi pada segmen apartemen sebesar 2,18 persen, ritel 0,19 persen, dan lahan industri 0,01 persen, sejalan dengan lesunya ekonomi.

Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhan permintaan apartemen tercatat sebesar 4,59 persen, ritel 0,26, dan lahan industri 0,04 persen.

Sementara untuk perkantoran, permintaan pada triwulan II-2016 tumbuh 2,02 persen. Pertumbuhan ini positif dibanding triwulan sebelumnya yang justru -1,27 persen.

Pertumbuhan positif juga dialami warehouse complex yang catatan permintaannya pada triwulan II-2016 mencapai 1,12 persen. Adapun pada triwulan sebelumnya, permintaan hanya tumbuh 0,37 persen. (rus/int)