Logo Senin, 20 November 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Kedua Calon Kepala Desa disandingkan bak 'pengantin' dihadapan peserta Musdes pada Pilkades PAW Desa Segarajaya, Minggu (15/10/2017). (foto: tahar)

BEKASI, KORANMETRO.com - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Segarajaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi sukses menorehkan sejarah baru dalam proses pemilihan Kades PAW setelah dalam penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa antar waktu berhasil menghantarkan H. Marjaya menjadi Kepala Desa PAW pertama di Kabupaten Bekasi lewat Musyawarah Desa pada Minggu (15/10/2017) kemarin.

Hasil tersebut diperoleh setelah pemungutan suara yang dilaksanakan di halaman Kantor Desa Segarajaya menempatkan H. Marjaya warga Kampung Pangkalan bernomor urut satu memperoleh suara tertinggi dengan 207 suara dari 219 pemilih. Sementara Minan, Warga Kampung Keramat bernomor urut dua harus puas dengan perolehan suara hanya 11 pemilih.

Dalam sambutan sebelum dilaksanakannya pemilihan, Kepala BPD Segarajaya Mulyadi S.Pd mengatakan bahwa perjalanan panjang dalam pelaksanaan pergantian Kepala Desa antar waktu banyak menemui hambatan dan rintangan.

"Ini adalah Marwah kami BPD, ini adalah Amanah BPD terhadap Undang-undang. Dan ini didasari oleh Perda No.8/2016. Namun demikian ada pihak-pihak yang tidak ingin PAW ini terlaksana, saya katakan saja apabila ada orang yang tidak menghendaki PAW, ini adalah sebuah penghianatan terhadap Undang-undang karena apa yang kami jalankan ini adalah amanah. Oleh karena itu, kami seluruh jajaran BPD dan Panitia terus berjuang sehingga lahirlah hari ini 15 Oktober 2017 yang Insya Allah akan dimulai pemilihan Kepala Desa PAW," ujar Mulyadi dihadapan peserta Musdes.

Pantauan KORANMETRO.com di lokasi pemilihan yang bertempat di halaman Kantor Desa segarajaya, proses berlangsungnya pemilihan Kepala Desa yang diawali dengan Musyawarah Desa hingga penghitungan perolehan suara berlangsung aman dan tertib.

Walau terdapat gangguan pada saat awal pembukaan dari sekelompok pihak yang menghendaki agar terlaksananya PAW dihentikan.

Ade Nurkanda, Ketua Panitia Pemilihan menilai bahwa sekelompok pihak yang ingin menghentikan terlaksananya PAW tidak pada sasaran yang tepat. Pasalnya apa yang sudah dijalaninya berdasarkan aturan Perda yang Surat Keputusannya sudah disetujui dan ditandatangani oleh pihak-pihak terkait.

"Sebagai warga Segarajaya, saya sangat menyayangkan itu terjadi. Apalagi di sini tempat kumpulnya para tokoh masyarakat dan tokoh Agama dari seluruh wilayah yang ada di Desa Segarajaya. Bayangkan saja bila ada 8 Kadus menyaksikan kejadian tadi tentunya ini akan menjadi pencitraan buruk buat mereka," ucap Ade Nurkanda kepada KORANMETRO.com.

Diketahui, Nurdin warga Kampung Keramat dan Riki dari Desa Pantai Makmur, oleh pihak pengamanan yang mengamankan pelaksanaan pemilihan dianggap provokator karena memasuki wilayah pemilihan yang dikhususkan untuk peserta Musdes.

Usahanya untuk menghentikan jalannya Musdes pemilihan PAW menuai reaksi baik dari peserta Musdes maupun Aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi dan Koramil 02 Tarumajaya. Beruntung aparat kepolisian dengan sigap mengamankannya dari amukan pihak keamanan Desa (Linmas) dan berhasil menggiringnya keluar Kantor Desa.

Dari informasi yang dihimpun KORANMETRO.com. sedikitnya 136 aparat Kepolisian, 10 dari Koramil 02 Tarumajaya dan 80 personil dari Linmas dikerahkan untuk pengamanan dan ketertiban jalannya pemilihan Kepala Desa PAW. Tampak juga kendaraan Baracuda yang siap melontarkan gas airmata dan pasukan anti huru hara bila keadaannya tidak kondusif.

Hadir dalam pelaksanaan pemililihan Kades PAW, Camat Tarumajaya, Penjabat Kepala Desa (PJ) Segarajaya, Ketua DPMD Kabupaten Bekasi, Kapolsek Tarumajaya, Kabag Op Polres Metro Bekasi dan Kasi Trantib Kecamatan Tarumajaya. (tahar)