Logo Minggu, 19 Agustus 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

JAKARTA, KORANMETRO.com - Indonesia Lawyer Club (ILC) acara yang diisi dengan debat para poltisi maupun pengamat hukum tayang di TV One, sangat mendidik dan bisa dijadikan sarana edukasi bagi penonton. Namun dibalik kesuksesan acara itu, ada sebagian yang menilai para nara sumber di acara tersebut berlebihan dalam menyampaikan pendapat bahkan bisa berakibat hal-hal negatif yang didapat oleh penonton.

Penilaian itu disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Jakarta, Harianto Badjoeri, baru-baru ini.

Menurut Harianto Badjoeri biasa disapa HB, seharusnya TV One jeli melihat siapa yang layak dijadikan nara sumber. Kata dia, seharusnya nara sumber tidak harus menyampaikan ujaran yang bersifat provokatif.

Salah satu contoh kata dia, seperti Rocky Gerung. Pada TV One sebagai penyelenggara acara, HB meminta Rocky Gerung tidak lagi diundang menjadi nara sumber.

“Saya perhatikan pengamat Rocky Gerung ini kalau bicara isinya provokatif. Jika ini diteruskan, sangat berbahaya dan bisa memecah belah masyarakat,” ujar Harianto dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke koranmetro.com, Kamis (9/8/2018).

Lebih lanjut mantan Kasat Pol PP DKI Jakarta ini mengatakan, belakangan ini pengamat Rocky Gerung kerap melakukan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang isinya cendrung memancing amarah dan permusuhan di masyarakat.

“Sebagai orang akademisi seharusnya komentar-komentar yang keluar dari Rocky Gerung membawa kesejukan bukan perpecahan,” terangnya.

“Kalau mau mengkritik, kritiklah yang membangun, karena saya yakin jika kritik disampaikan dalam etika yang baik, pemerintah akan mengakomodirnya. Bukan etika pemecah belah,” tambahnya.

Harianto bahkan mengancam, Forum Komunikasi Masyarakat Jakarta dalam waktu dekat akan melakukan aksi ke TV One sebagai bentuk protes terhadap nara sumber Rocky Gerung di acara Indonesia Lawyer Club. (potan simamora)