Logo Selasa, 17 Juli 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, masyarakat yang ingin membeli rumah DP nol rupiah sebaiknya tidak melalui calo, apabila nanti ditemukan warga yang membeli rumah itu dari seorang calo, maka pihaknya akan membatalkan pembeliannya. Sehingga, nanti mereka tidak akan bisa memiliki rumah tersebut.

Menurutnya, Pemprov akan menindak tegas keberadaan calo yang hendak membeli rumah DP nol Rupiah. Kata dia, kalau huian tersebut tidak untuk diperjualbelikan, tapi sebagai tempat tinggal warga Ibu Kota.

"Kalau misalnya unit ini yang sudah dipesan diperdagangkan kita akan langsung meng-cancel dan memasukkan kembali unit itu ke dalam inventory kita. Karena tidak boleh diperjualbelikan tidak boleh seperti itu," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Wagub menambahkan, masyarakat juga dihimbau untuk turut membantu pemerintah daerah dalam mengawasi keberadaan para calo yang berkeliaran. Bila nanti ditemukan, pihaknya akan memproses laporan tersebut.

"Ini masyarakat dan Pemprov harus saling mengawasi," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemprov saat ini sedang menyiapkan peraturan gubernur (Pergub) soal Unit Pelaksana Teknis (UPT). Dimana setelah pergub terbentuk, maka masyarakat bakal bisa mendaftar hunian rumah vetikal tersebut.

"Hari ini baru dibentuk dulu UPT-nya jadi nanti ditunjuk personelnya. Setelah itu akan diumumkan kapan proses pendaftaran untuk rumah DP Rp 0," ujarnya.

Sementara itu dalam  merealisasikan percepatan rumah DP nol rupiah,  Pemprov DKI sedang membangun di Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur. Rusun tersebut berdiri di atas tanah seluas 5.680 meter persegi milik BUMD PD Sarana Jaya.

Ada 703 unit rusun yang akan dipasarkan untuk masyarakat berpenghasilan di bawah Rp7 juta. Harga rusun untuk tipe 21 senilai Rp184 juta sementara tipe 36 seharga Rp316,8 juta. (potan simamora)