Logo Minggu, 19 Agustus 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

JAKARTA, KORANMETRO.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa apa yang diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan relawannya merupakan bentuk pertahanan diri. JK bahkan menegaskan bahwa upaya mempertahankan diri dari serangan, merupakan tindakan yang dilindungi hukum

"Ya artinya kalau Anda diserang mestinya mempertahankan diri kan. Masa kalau diserang. saya tidak mempertahankan diri," kata Jusuf Kalla di kantor MUI, kawasan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018) kemarin. "Itu hukum itu, membela diri," ujarnya pula.

JK menilai, apa yang dilakukan Jokowi merupakan hal yang wajar. Ini mengingat sebagai seorang presiden, ia kerap mendapat serang secara politis dari lawan-lawan politiknya.

Apalagi, kata JK, Jokowi sama sekali tak bermaksud untuk menggerakkan mereka dalam artian yang negatif. Presiden hanya mengatakan hal tersebut di depan para relawannya. "Pak Jokowi kan tidak mengatakan 'hantam'. Cuma mempertahankan diri. Kan wajar saja, saya kira hal itu," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah kelompok masyarakat yang menyatakan diri sebagai Relawan Jokowi, baru-baru ini berkumpul dan menggelar rapat umum di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye, tetapi juga siap jika harus berkelahi.

"Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Presiden Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8/2018) lalu.

Pernyataan Jokowi itu langsung membuat relawan bersorak riuh, di antaranya langsung berdiri. Saat itu, Jokowi sempat tidak melanjutkan pidatonya selama beberapa detik sebelum suasana tenang dan melanjutkan kembali pidatonya.

Jokowi kemudian mengatakan, "Tapi jangan ngajak (berantem) loh. Saya bilang tadi, tolong itu digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak (berkelahi), tidak boleh takut."

Ketika acara dimulai, sebagian besar media massa dipaksa keluar ruangan sesaat sebelum Jokowi mengumandangkan seruan itu. Tak banyak media massa yang mengabadikan momen itu.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan, media massa sengaja diajak keluar karena seruan itu cukup sensitif. Ia pun mengonfirmasi bahwa seruan Jokowi tidak untuk mengajak berkelahi tapi harus siap kalau diajak berkelahi.

"Pak Presiden hanya ingin sampaikan relawan siap berkelahi jika diajak berkelahi. Tapi jangan mengajak perkelahian. Tapi itu mungkin sensitif di depan awak media," ucap Budi pada jumpa pers usai pidato Jokowi.

Budi juga menceritakan Jokowi sempat kaget karena para relawan semangat menyambut seruan itu. "Bahkan Pak Jokowi ngomong 'Kok kalian disuruh berkelahi kok malah senang?' Kami jawab, 'Karena kita semua petarung, Pak'," ungkapnya seperti dikutip dari CNN.

Rapat itu dihadiri oleh puluhan ribu relawan. Mereka berasal dari berbagai kantong relawan, seperti Projo, Golkar Jokowi, Sahabat Buruh Jokowi, Setnas Jokowi, Sedulur Jokowi, dan puluhan lainnya.

Beberapa tokoh nasional juga terlihat hadir, seperti Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Ikrar Relawan

Di dalam acara itu puluhan ribu relawan juga mengikrarkan janji setia mendukung Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua.

Ikrar bertajuk 'Sapta Tekad Relawan Jokowi' dibacakan dengan dipimpin Ketua Pelaksana Rapat Umum Relawan Jokowi 2018, Viktor Sirait. "Kami akan memperjuangkan menuju kemenangan, bekerja keras agar Bapak Jokowi tetap terpilih di periode mendatang," kata Viktor sebelum mengucapkan ikrar.

Kepada Jokowi, Viktor mengatakan kalau relawan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote siap mengantar mantan Wali Kota Solo itu menjabat dua periode. "Kami menunggu perintah Bapak. Apa yang harus kami lakukan, kami siap Pak Presiden. Ke mana kami harus pergi ke pelosok Tanah Air, kami akan pergi," ucapnya.

Lebih Militan

Lebih jauh Presiden Jokowi meminta para Relawan Jokowi bekerja lebih keras untuk mempersiapkan pemenangan di Pilpres 2019. Ia juga meminta mereka bekerja lebih militan agar tidak kalah dengan kubu oposisi.

"Saya minta relawan lebih kerja keras. Kalau di sana militan, di sini harus lebih militan. Kalau di sana kerja keras, di sini lebih-lebih kerja keras lagi. Kalau di sana bersatu, kita harus lebih bersatu lagi," kata Jokowi.

Secara khusus Jokowi bahkan meminta para relawan untuk menyentuh akar rumput hingga terjun ke daerah-daerah. Jokowi ingin mendapat kepercayaan rakyat, mandat rakyat. "Oleh sebab itu, kerja sampai ke akar rumput. Baik di desa-desa, RW, RT, itulah kerja rill kita yang harus lakukan," ungkapnya.

Ia meminta para relawan juga merangkul organisasi masyarakat. Selain itu Jokowi juga menekankan kepada relawan untuk menjaga persatuan dan kesatuan meski berkompetisi di Pilpres 2019. (rus/skd)