Logo Selasa, 26 September 2017
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Peserta aksi solidaritas bela wartawan, sejumlah wartawan meletakkan kartu pers di depan pintu gerbang Markas Polisi Resor Kota Bekasi. (foto: tahar)

BEKASI, KORANMETRO.com - Tak terima dengan perlakuan Kepala Polisi Resor (Kapolres) Waykanan Lampung yang diduga telah melakukan kekerasan, penghinaan dan pelecehan terhadap profesi jurnalis, Puluhan Jurnalis Kota Bekasi menggelar unjuk rasa di depan pintu gerbang Markas Polres Kota Bekasi pada (31/8/2017) kemarin.

Dalam orasinya para jurnalis menuntut agar Kapolri Tito Karnavian memecat Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan dari jabatannya karena telah merendahkan profesi wartawan. Apalagi profesi wartawan bukanlah profesi sembarangan, dimana dalam melaksanakan tugasnya jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers.  

Kemudian aksi berlanjut dengan mengumpulkan kartu pers para peserta aksi unjuk rasa yang menggelarnya di pintu gerbang Polresta Bekasi sebagai wujud matinya sebuah kebebasan Pers. Pasalnya Kapolres Waykanan telah menghina profesi wartawan dengan kalimat yang tidak pantas serta sangat merendahkan para jurnalis yang bertugas di Pampung pada tanggal (27/8/2017) lalu.

Syahrul Ramadhan, selaku Kordinator Aksi kepada KORANMETRO.com mengatakan, bahwa aksi tersebut sebagai rasa solidaritas insan Pers di Bekasi yang tidak terima dengan perlakuan Kapolres Waykanan yang tidak mencerminkan bahwa jurnalis itu mitra polisi, karena tanpa adanya jurnalis, masyarakat tentunya tak akan pernah tahu prestasi yang telah dicapai Polri dalam melaksanakan tugasnya.

"Untuk itu, kami meminta Kapolri untuk segera memecat Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan agar tidak ada lagi penghinaan lain yang diterima oleh jurnalis. Kami jurnalis, bukanlah teroris, kami tidak terima dihina dan dilecehkan. Atau aksi ini akan kita lanjutkan dengan penggalangan massa untuk demo di depan Kantor Mabes Polri,” tegas Syahrul alias Buluk.

Sementara aksi unjuk rasa  berlanjut, Kapolres Kota Bekasi, melalui Wakapolres AKBP Wijonarko menerima perwakilan dari peserta aksi tersebut, terhadap para jurnalis yang mewakili peserta aksi, Wijanarko sangat menyayangkan dan turut prihatin atas sikap Kapolres Waykanan Lampung yang bersikap melecehkan profesi jurnalis.

"Tentunya akan ada tindakan tegas dari institusi kepolisian terhadap Kapolres Waykanan, dan itu sepenuhnya kewenangan pimpinan kami (Kapolri-red), yang terpenting, adanya peristiwa ini akan jadi pembelajaran dan evaluasi pihak kepolisian untuk lebih  menjalin hubungan yang harmonis dengan awak media sebagai mitra Polisi," ujarnya didampingi Kasubag Humas Kompol Erna Ruswing di Mapolresta Bekasi.

Kepada Wartawan KORANMETRO.com yang ikut mewakili aksi jurnalis Bekasi, Wakapolreseta Bekasi AKBP Wijonarko berharap agar kejadian seperti di Waykanan Lampung tidak terjadi di kota Bekasi.

"Kami menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan rekan-rekan jurnalis Kota Bekasi, informasi apapun bisa didapat lewat Kapolres, Saya atau Humas," katanya seraya menegaskan akan pentingnya sinergitas antara awak media dengan Kepolisian karena adanya hubungan yang saling membutuhkan. (tahar)