Logo Minggu, 18 November 2018
images

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno dikabarkan akan mengganti sekitar 17 pejabatnya sebelum akhir April 2018 ini.

"Semua pejabat itu diganti karena sudah masuk usia pensiun," jelas Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah, Rabu (11/4/2018).

Ia menjelaskan, pada 16 April 2018 ini usia pemerintahan Anies-Sandi genap enam bulan, sehingga sesuai UU No 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, keduanya telah memiliki kewenangan penuh untuk melakukan perombakan pejabat di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan jajaran Direksi BUMD, tanpa perlu minta izin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Anies-Sandi, jelas aktivis senior ini, bahkan telah membentuk dua Dewan Pansel (Panitia Seleksi), dimana satu Dewan Pansel bertugas menyeleksi pimpinan SKPD yang akan dipromosikan, dan satu lagi bertugas menyeleksi orang-orang yang akan didudukkan di jajaran Direksi BUMD.

Ia memperkirakan Anies-Sandi akan mulai melakukan rotasi setelah Anies memenuhi undangan walikota Istanbul, Turki, pada 17-19 April 2018.

"Jadi, kalau Anies di Turki, kita perkirakan seminggu, maka sekitar tanggal 27 atau sebelum akhir April lah rotasi dimulai," katanya.

Meski demikian ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) ini mengatakan, rotasi gelombang pertama pada April ini baru terjadi terhadap pejabat eselon II dan eselon III yang sudah memasuki masa pensiun demi menghindari kekosongan jika masa bakti para pejabat itu telah berakhir. Gelombang selanjutnya menyusul kemudian.

"Karena itu setelah 17 pejabat ini diganti, Dewan Pansel terus bekerja untuk menyeleksi nama-nama yang akan menggantikan pejabat yang tidak dipertahankan di posisinya," imbuh dia seperti dilansir Rabu (11/4/2018).

Sesuai UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP No 11 Tahun 2017 tentang Administrasi Aparatur Sipil Negara, Dewan Pansel akan memilih tiga nama dari beberapa pejabat yang diseleksi untuk jabatan tertentu, dan ketiga nama itu kemudian akan disodorkan kepada Anies-Sandi untuk dipilih.

"Kriteria pejabat yang dipilih, sesuai keterangan Sandi, adalah yang memiliki integritas, kapasitas, kompetensi, dan memiliki akhlak serta moral yang baik," katanya.

Dalam melakukan rotasi ini, Anies-Sandi juga berpegang pada prinsip right man on the right place, sehingga pejabat yang ditempatkan pada posisi tertentu sesuai dengan background pendidikan, pengalaman dan kompetensinya.

"Beda dengan di zaman Ahok, dimana pejabat diangkat dan diberhentikan sesuka-suka dia. Siapa yang patuh, diangkat, yang kritis didepak," tegas Amir.

Berdasarkan informasi beberapa sumber,  berikut di antara nama-nama pejabat yang diganti karena sudah memasuki masa pensiun:

1. Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi Priharto
2. Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan
Pengendalian Penduduk Dien Emawati
3. Kepala Disnaker Yulianto
4. Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana
5. Walikota Jakarta Barat Anas Efendi
6. Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede
7. Kepala Bakesbangpol Darwis M Adji
8. Sekretaris Dinas Kesehatan
(potan/ist)