Logo Jumat, 21 September 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Bacaleg PSI 2019, Wiwik Nainggolan bersama Ketua DPD Kota Bekasi, Tanti Herawati. (ist)

BEKASI, KORANMETRO.com – Meskipun masih awam dengan dunia politik, Wiwik Nainggolan, memberanikan diri maju sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi. Ibu satu anak ini mengatakan, dirinya bergabung ke PSI karena ingin merubah paradigma generasi muda akan politik yang kotor menjadi politik sehat, bersih dan terbuka.

“Saya dari dulu tidak suka dengan politik. Tetapi setelah tahu ada PSI yang dipimpin Sis Grace Natalie ini beda dengan partai politik produk lama. Dimana seluruh pengurusnya diutamakan pemuda yang belum pernah menjadi pengurus parpol dan usia dibatasi 45 tahun, sehingga hal ini bisa memutus mata rantai para pengurus partai lama yang 'kutu loncat' sehingga cita - cita mewujudkan generasi benar - benar bersih tidak hanya jadi impian saja. Apalagi PSI juga mengedepankan pengurus dari kaum perempuan melebihi amanat undang-undang hingga 40 persen loh," jelas Sis Wiwik dengan sapaan akrabnya.     

Mengetahui hadir partai baru yang didirikan pada 16 November 2014 ini, Sis Wiwik pun tertarik bergabung ke PSI pada 2015 menjadi Bendahara di DPC PSI Bekasi Barat sebelum lolos verifikasi Kemenkumham. Bersama para pengurus lainnya dengan DPD PSI Kota Bekasi, Sis Wiwik turut berjibaku mengenalkan PSI di wilayah Kota Bekasi.

Wiwik Nainggolan, Bendahara DPC PSI Bekasi Barat menunjukkan Surat Keputusan (SK) Bacaleg 2019 yang baru diberikan dari DPD PSI Kota Bekasi. (ist)

 "Waktu itu kami bersama-sama turun ke tengah masyarakat mengenalkan PSI.  Hingga dini hari kami memasang spanduk, membuat kegiatan kemasyarakatan dan lain-lain, karena tidak ada dana dari pusat, kami lakukan semua dengan urunan alias patungan dengan seluruh pengurus. Paling tidak saya mau merubah paradigma generasi muda akan politik itu kotor menjadi politik yang sehat, bersih dan terbuka,” kata Sis Wiwik, Senin (4/6/2018).

Dia mengakui, tahun ini tidak sedikit partai baru hadir dan lolos sebagai peserta pemilu selain PSI. Namun, diakuinya lebih dahulu kepincut dengan PSI yang memiliki visi dan misi sangat menarik dan sangat terbuka, terlebih memiliki komitmen untuk memerangi korupsi dan intoleransi.

“Memang banyak partai politik lama dan beberapa partai politik yang baru. Tapi visi dan misi PSI yang memerangi korupsi dan intoleransi sangat menarik bagi saya. Untuk itu, saya mengajak generasi muda termasuk para kaum wanita mari terjun ke politik melalui PSI untuk mengawasi dan membuat perubahan dalam perpolitikan di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi,” ujar perempuan yang pernah berkuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini meskipun tidak sampai selesai karena keterbatasan dana.

Wiwik Nainggolan, Bacaleg PSI 2019, berfoto bersama dengan rekan-rekan paduan suara 'Debora' di GKPI Resort Bekasi. (ist)

Sosok wanita bertubuh gemuk ini menambahkan, di Indonesia saat ini kaum perempuan sangat sedikit yang menggeluti dunia politik.

“Bahkan bisa dikatakan perempuan yang menggeluti politik bisa dihitung dengan jari. Maka, saya mengimbau perempuan harus maju dan bergerak untuk perubahan Indonesia dan membuat perempuan lebih bermartabat,” katanya.

Sis Wiwik menambahkan, untuk terjun ke politik tidak harus datang dari keluarga berduit atau pejabat. Menurutnya, yang penting memiliki keberanian dan niatan baik untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. "Dan percaya pada Tuhan pasti buka jalan itu semua karena kita memiliki niat baik untuk masyarakat dan Negara," katanya mengaku berasal dari keluarga kurang mampu yang sudah ditinggal sang Ayah waktu masih sekolah menjadi korban pembunuhan.

"Ayah saya hanya seorang supir taxi. Demi menghidupi keluarga Ayah kerap narik sampai tengah malam. Waktu itu saya masih sekolah kaget mendengar Ayah sudah tiada menjadi korban perampokan dan pembunuhan," kenangnya mengingat masa lalu sembari matanya pun berkaca-kaca mengenang almarhum sang Ayah.

Namun demikian, peristiwa itu tidak membuat Sis Wiwik, terus larut dalam kesedihan. Usai tamat sekolah dari SLTA, dia langsung bekerja di sebuah toko busana di salah satu mal terkenal di Kota Bekasi. "Sambil kerja saya sempat kuliah di UKI. Ternyata, Tuhan berkehendak lain, karena kekurangan keuangan saya pun tak sampai lulus. Tapi saya tetap bersyukur dengan apa yang saya jalani. Kini saya sudah mempunyai suami yang baik hati dan satu orang putri yang sehat dan cantik," terang Sis Wiwik.   

Dan kini, dirinya sudah resmi menjadi Bacaleg PSI Kota Bekasi untuk Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Kecamatan Bekasi Barat dan Medan Satria untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Untuk itu, saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kota Bekasi khususnya masyarakat Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Medan Satria. Selain doa dan dukungan, tentunya saya mempelajari strategi di lapangan, terjun ke lapangan untuk melihat dan mendengar keluhan dan keperluan masyarakat serta membuka ruang interaktif dengan masyarakat,” demikian Sis Wiwik yang beruntung mendapatkan nomor urut 1 pada saat pengundian nomor urut bacaleg di DPD Kota Bekasi. (rus)

Wiwik Nainggolan, Bacaleg PSI 2019. (ist)