Logo Rabu, 22 Mei 2019
images

Puluhan anak muda-mudi dan anak-anak dari Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (20/11/2018) pagi menggelar kerjabakti dan bergotong royong bersih-bersih rumah ibadah.

BEKASI, KORANMETRO.com - Puluhan anak muda-mudi dan anak-anak dari Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (20/11/2018) pagi menggelar kerjabakti dan bergotong royong bersih-bersih rumah ibadah di Gereja Kristen Protestan di Indonesia (GKPI) Resort Bekasi yang berlokasi Jalan Gunung Gede Raya No.1 Perumnas II, Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sekitar 30 orang anak muda dari Karang Taruna Kayuringin, Relawan, Komunitas Gusdurian, dan anak-anak dari Rumah Belajar Abdi, bergabung bersama-sama dengan pemuda pemudi dari GKPI melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan gereja tersebut.

Tampa memandang perbedaan, mereka bersama-sama membersihkan teras dan halaman gereja. Dan juga mengepel halaman gereja. Bahkan terlihat sejumlah remaja berhijab, terlihat cekatan membersihkan bangku-bangku gereja tempat biasa jemaat beribadah.

“Seperti saya muslim tidak alergi dengan kawan-kawan yang berkeyakinan lain. Termasuk untuk bersih-bersih rumah ibadah lain dari keyakinan saya. Ini lah Indonesia yang saling menghormati dan saling toleransi antar umat beragama," ujar Siti Aminah (17), salah satu perserta dengan semangat sambil membersihkan bangku gereja saat ditemui bekasipedia.com (group KORANMETRO.com).

Hal serupa juga terlihat dilakukan sejumlah anak-anak dari Rumah Belajar Abdi Pemuda yang turut terlibat. Mereka juga turut melakukan seperti yang dilakukan kakak-kakaknya menyapu halaman pekarangan gereja.    

Menurut Ketua Karang Taruna Kayuringin, Yudha Krisnahadi, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari memperingati Hari Toleransi Dunia yang jatuh pada November tiap tahunnya.

"Sekaligus menanamkan budaya kearifan lokal gotong royong menggelar kerja bakti bersama bersih-bersih rumah ibadah. Untuk hari ini ada 3 rumah ibadah yaitu Vihara Budha Dharma, Klenteng, Hok Lay Kiong, dan Gereja Kristen Protestan di Indonesia (GKPI) Resort Bekasi. Termasuk mengajak anak-anak juga dari rumah belajar Abdi Pemuda, untuk memperaktekan langsung arti toleransi tersebut dengan nyata," kata saat ditemui di sela-sela kegiatan sosial tersebut.

Lebih lanjut diungkapkannya, rangkaian juga dilanjutkan pada Sabtu (24/11/2018) mendatang, membersihkan rumah ibadah Masjid Al-Mubarok, Pura Agung Tirta Bhuana, dan Gereja Katholik Santo Mikael.     

Sementara itu Guru Jemaat GKPI Resort Bekasi, Penatua Daniel Tobing, menyambut gembira kegiatan positif tersebut. Dengan tangan terbuka, pihak gereja memberikan ijin rumah ibadahnya dibersihkan oleh pemuda-pemudi Karang Taruna Kayuringin dan Relawan lainnya.

"Saya dari perwakilan gereja menyambut gembira dan salam hormat serta berterimakasih atas kegiatan positif bersih-bersih rumah ibadah ini. Bersama-sama juga dengan pemuda-pemudi gereja membaur membersihkan gereja ini. Kita sama-sama mempunyai kewajiban menjaga dan melestarikan hidup bergotong-royong, menjaga toleransi beragama. Semoga kegiatan ini berkelanjutan bukan yang pertama dan terakhir, kami siap support tolong dikomunikasikan saja. Nanti anak-anak muda gereja akan turut membantu membersihkan tempat ibadah yang lain," katanya.

Di akhir acara, mereka saling berfoto bersama. Dan pihak gereja juga menyediakan minuman dan makanan ringan berupa roti, kopi, teh, dan soft drink lainnya menambah keakraban muda-mudi tersebut walaupun berbeda keyakinan.

"Kita harus pupuk terus persaudaraan ini mau dia muslim, kristen, katholik, hindu, budha, kita adalah Indonesia. NKRI harga mati. Walaupun rambut saya sudah tidak tumbuh tapi jiwa nasionalis harus tumbuh setiap hari," tandas Daniel Tobing sembari membuka topinya disambut tepuk tangan muda-mudi peserta bersih-bersih rumah ibadah dari Karang Taruna Kayuringin tersebut. (rus/bona/dav)