Logo Jumat, 21 September 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Debby Malona Hutabarat berfoto bersama Wiwik Nainggolan, Caleg DPRD Kota Bekasi. (ist)

BEKASI, KORANMETRO.com - Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Debby Malona Hutabarat, meminta pemerintah pusat dapat menindaklanjuti penanganan  Kali Bekasi yang tercemar. Pasalnya, kali tersebut berada di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi & Kabupaten Bogor.

Pengusaha yang juga maju menjadi Caleg untuk DPRD Propinsi Jawa Barat ini mengatakan, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Jakarta juga harus segera melakukan restorasi atau normalisasi daerah aliran sungai (DAS) Bekasi, yakni dari Sungai Cileungsi hingga Sungai Cikeas.

“Saya berharap agar realisasi restorasi Kali Bekasi dipercepat dan tidak boleh ditunda-tunda lagi mengingat kondisinya sudah sangat memprihatinkan dengan kondisi sekarang berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujar mantan Bendahara DPC PSI Mustika Jaya ini saat diminta komentarnya melalui telepon genggamnya, Sabtu (8/9/2018)

Sis Debby Malona, sapaan akrabnya menjelaskan, kemampuan Pemerintah Kota Bekasi untuk mengambil alih penanganan Kali Bekasi tidak memadai. Aliran Kali Bekasi berhulu dari aliran Kali Cileungsi dan Kali Cikeas yang berada di Kabupaten Bogor, sementara kewenangan Pemkot Bekasi tidak bisa menjangkau hingga wilayah tersebut.
Sehingga perlu pemerintah pusat turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

Karena itu, Debby meminta agar segera dilakukan koordinasi di tubuh pemerintah pusat/kementerian khususnya Kementerian LHK dan PUPR dengan pemerintah daerah terkait normalisasi Kali Bekasi, termasuk juga 4 drainase makro lainnya yang kondisinya memprihatinkan.

Lebih lanjut dikatakan, semakin tertunda perbaikan ini tentunya berimbas pada kualitas dan sirkulasi pendistribusian air baku yang utamanya untuk kepentingan masyarakat. Apalagi Kali Bekasi ini merupakan sumber air baku bagi PDAM Tirta Patriot yang memiliki 30 ribu pelanggan.

“Permasalahan utama di Kota Bekasi dan Kota Depok air baku bersih untuk masyarakat. Kualitas ketersedian sumber air itu sangat terbatas karena hanya mengandalkan dari sumber air Ciliwung,” terangnya.

Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat Dapil Kota Bekasi - Depok ini, mengatakan, kawasan Kota Depok dan Kota Bekasi terdapat banyak situ dan sungai. Namun anggaran pemeliharaannya sangat minim.

“Untuk itu, jika dia dipercaya masyarakat bisa duduk di DPRD Propinsi Jawa Barat akan mengusulkan agar anggaran pemeliharaan sungai dan situ harus ditingkatkan,” katanya.

Selain diperlukan peran pemerintah pusat bukan hanya terkait perbaikan tetapi juga pemeriksaan, dan penindakan hukum terhadap industri yang terbukti melakukan pencemaran dengan membuang limbah.

“Saya paham dalam regulasi sungai dapat jadi tempat pembuangan limbah tapi tentu dengan harus di bawah baku mutu yang jadi patokan, izin Lingkungan Amdal, dan sarana IPAL,” tuturnya.

Dia menambahkan, tak sedikit perusahaan yang diduga menjadi penyebab tercemarnya Kali Bekasi ini. Untuk itu, dia mengusulkan agar oknum perusahaan ini dipanggil dan diperiksa.

“Oknum perusahaan ini membuang limbah ke Kali Bekasi. Namun Pemkot Bekasi tidak berbuat apa-apa karena ujungnya berada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain perosalan Kali Bekasi, dia juga mendesak pemerintah pusat segera memperbaiki tanggul sheet pile yang ambruk di bantaran Kali Bekasi.

Perbaikan kerusakan tanggul sheet pile di Cipendawa merupakan tanggung jawab BBWSCC yang berada di bawah Kementerian PUPR. “Jika tidak, permukiman di sekitar kali tersebut dikhawatirkan akan kembali terendam jika mendapat banjir kiriman dari hulu,” pungkasnya. (rus)