Logo Senin, 25 Maret 2019
images

Ilustrasi Pungli.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Pasar Mingggu, Jakarta Selatan, diduga telah melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap para pedagang siang dan malam yang selama ini berdagang di Pasar Minggu.

Tudingan ini disampaikan, warga yang mengatasnamakan Realitas Channel Menyuarakan Aspirasi Mengungkap Realitas, melalui surat laporan kepada Guhernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sejak tanggal 05 November 2018 lalu.

Aliansi warga yang beralamat di Jl. Kalibata Pulo RT 008/005 No. 29 Kel. Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan ini meminta keseriusan Anies Baswedan dalam memberantas praktek pungli yang dilakukan oknum Satpol PP DKI Jakarta.

Dalam surat laporan itu dijelaskan, dugaan adanya pungutan liar atau pungli yang melibatkan pihak ke (3) sebagai eksekutor, dimana pihak ke (3) memungut uang secara langsung kepada para pedagang, sebesar Rp10.000,- untuk pedagang siang dan Rp15.000,- kepada pedagang malam. 

"Pungutan liar atau pungli terjadi setiap hari dan dialami secara terus menerus, oleh para pedagang yang berdagang pada siang dan malam hari di lokasi tersebut," tulis redaksi Realitas Channel dalam surat laporannya. 

Mereka menduga selama ini telah terjadi konspirasi dan persekongkolan bersama, yang terjadi secara berjama'ah sistematis dan terorganisir, antara Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu dan pihak ke (3) sebagai eksekutor.

"Dalam sebulan uang yang terkumpul dari hasil pungutan liar atau pungli mencapai kisaran Rp15 juta, uang sebesar Rp15 juta dibagi menjadi (3), untuk Satpol PP Kelurah dan Kecamatan serta untuk pihak ke-3 tersebut," terangnya.

Berdasarkan laporan tersebut, warga dan realitas chanel meminta agar Gubernur segera menindaklanjuti pengaduan tersebut, terlebih surat tersebut mengklaim sudah menemukan fakta yang bersifat real dan sangat nyata bahwa ada indikasi Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, telah melakukan pungutan liar atau pungli dengan meminta jatah upeti setiap hari.

Penarikan pungutan liar itu dilakukan kepada para pedagang siang dan malam yang berdagang di Pasar Minggu, dengan jaminan memberikan rasa aman kepada para pedagang.

"Fakta ini bisa dibuktikan, ada pihak ketiga sebagai eksekutor. Ironisnya pihak kelurahan dan kecamatan seperti tutup mata terkait kasus pungli ini," tutupnya. (indra)