Logo Minggu, 18 November 2018
images

Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Wiwik Nainggolan, mengapresiasi kegiatan komunitas Rumah Belajar Akar Pohon yang berlokasi di Perum Pejuang Jaya Blok A No 123 A RT 04/011, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi.

BEKASI, KORANMETRO.com - Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Wiwik Nainggolan, mengapresiasi kegiatan komunitas Rumah Belajar Akar Pohon yang berlokasi di Perum Pejuang Jaya Blok A No 123 A RT 04/011, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.  

"Saya sangat salut dengan jiwa semangat anak-anak muda yang mau peduli dengan pendidikan mendirikan Rumah Belajar Akar Pohon ini. Untuk itu, saya titip pesan agar juga menyisipkan pendidikan anti korupsi untuk anak-anak sejak dini. Itu penting sekali mengingat sekarang korupsi sudah sangat parah sekali, jadi harus ditanamkan sejak dini," kata Caleg Dapil 6 Bekasi - Barat Barat ini saat memberikan donasi buku-buku bekas yang berhasil dikumpulkan dari rekan-rekannya.

Lebih lanjut diungkapkannya, selain pendidikan anti korupsi, pendidikan budi pengerti juga sangat penting untuk modal masa depan anak-anak. "Mengingat belakangan ini sudah mulai pupus dengan derasnya budaya asing yang masuk melalui teknologi. Oleh karena itu, generasi muda sejak dini harus dibentengi dengan pendidikan agama dan budi pengerti," ujar politisi muda ini.

Oleh karena itu, wanita yang juga buruh pabrik ini mengaku memberanikan diri terjun ke politik karena mempunyai kerinduan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi dan budi pengerti mulai tingkat taman kanak-kanak. "Lihat saja kini pejabat korupsi bukannya malu malah cengengesan di televisi. Bahkan belum lama ini Bupati Bekasi juga terciduk karena terima suap dan korupsi," katanya.

Dia mencontohkan, pendidikan anti korupsi harus dimulai dari keluarga dan sekolah. "Misalnya saat kita menyuruh anak belanja ke warung, sejatinya sang anak harus diajarkan mengembalikan uang kembaliannya. Itu hal kecil tapi penting agar membiasakan anak jujur dalam keuangan," jelasnya lagi.

Sebab itu, dia sangat mendukung sekali kegiatan sosial yang dilakukan komunitas Rumah Belajar Akar Pohon tersebut untuk bisa terus menggalang buku buku bekas yang masih bisa dipergunakan untuk kebutuhan mereka belajar. "Saya akan carikan lagi buku-buku cerita dari kawan-kawan saya, siapa tahu ada yang basih bisa dimanfaatkan dan berguna di sini," katanya.

Sementara itu Kiki dan Agung, selaku pemrakarsa, menyambut dengan baik dan berterimakasih atas atas support donasi buku-buku cerita maupun pelajaran yang didonasikan karena bisa bermanfaat bagi para peserta anak didiknya di sana.

"Kami sangat berterimakasih atas semuanya. Dan memang di sini kebanyakan adalah anak-anak yang tidak mampu dan yatim yang ikut belajar. Selain bermain dan belajar, kami juga saling berbagi pengalaman untuk memotivasi anak-anak agar lebih berprestasi lagi di sekolah. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh kalangan dari mana saja silahkan. Itu sangat membantu kami," jelas Kiki.  

Kegiatan belajar mengajar, sambungnya, dilakukan setiap hari dari Senin hingga Sabtu dari pukul 17.00 WIB sampai 21.00 WIB. "Biasanya kakak-kakak yang mengajar mengantar anak-anak pulang juga ke rumahnya, khususnya yang masih kecil yaitu taman kanak-kanak atau SD kelas 1 hingga 3 yang rumahnya agak jauh," jelasnya.        

Dalam kesempatan itu juga hadir dua Srikandi PSI lainnya yaitu Debby Malona Hubarat, Caleg Provinsi Jawa Barat Dapil Kota Bekasi - Kota Depok dan Anky Winanda Lubis, Caleg DPRD Kota Bekasi Dapil Pondok Gede dan Pondok Melati. (jek)