Logo Selasa, 25 September 2018
images

LPG 3 Kg (bersubsidi) .

JAKARTA, KORANMETRO.com - Informasi telah terjadi kelangkaan LPG 3 Kg (bersubsidi) di DKI Jakarta, adalah kabar bohong alias hoax. Tidak ada antrian dan grafik penjualan bergerak normal.

"Isu kelangkaan LPG ini selalu kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Pertamina sudah memberikan tambahan fakultatif. Selain itu kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar," ujar Yudi Nugraha, Area Manager Communication & Relations JBB, dalam rilis kepada media di Jakarta, Sabtu (8/4/2017).

Namun, untuk menanggulangi informasi tersebut dan demi memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina menggelar Operasi Pasar (OP). Di mana, Pertamina mematok harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pangkalan, yakni Rp 16.000 per tabung.

Selain operasi pasar, Pertamina juga memberikan alokasi tabung fakultatif (tambahan) sejumlah 402.840 tabung atau 1.208 MT untuk wilayah Jakarta.

Yudi menyampaikan, secara rata-rata, jumlah penyaluran tabung Elpiji 3 Kg di wilayah Jakarta adalah 408.646 tabung atau 1.226 MT per hari.

Di mana, penyaluran tersebut didukung oleh 245 Agen serta 3.088 Pangkalan yang tersebar di wilayah Jakarta. Adapun untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 Kg untuk Area Jakarta adalah Rp 16.000 per tabung.

Selain LPG 3 Kg Bersubsidi, Pertamina juga mendistribusikan LPG Non PSO yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg. Distribusi LPG di wilayah Jakarta didukung oleh Agen Non PSO sejumlah 45 dan outlet LPG Non PSO sejumlah 7.733. Khusus untuk LPG Non PSO, rata-rata pengisian sebanyak 228 MT setiap bulannya. (dhm)