Logo Senin, 19 November 2018
images

Sekko Jakarta Pusat, Ikbal Akbaruddin saat acara soft opening pembukaan d’Arcici Al-Hijra Hotel, di Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Rencananya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagun beberapa hotel dengan konsep halal nampaknya mulai teralisasi. Salah satu yang sudah direalisasikan adalah hotel The One Arcici. Hotel itu kita berubah nama menjadi d’Arcici Hotel. Dimana d'Arcici Hotel berkonsep Islami yang mengarah pada hotel syariah.

Operasional hotel bernuansa muslim tersebut saat masih dalam tahap soft opening yang diresmikan oleh Sekko Jakarta Pusat, Ikbal Akbaruddin, Jumat (10/8/2018) lalu.

“Dengan mengucap bismillah, soft opening hotel syariah secara resmi dimulai,” ujarnya di d’Arcici Al-Hijra Hotel, Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sedangkan pada saat peresmiannya, ditandai dengan pemukulan bedug dan dilanjutkan dengan pembukaan selubung nama hotel tersebut. Direktur Pemasaran PT Jakarta Tourisindo (Jaktour), Zulkarnain Iskandar mengatakan Jaktour yang merupakan BUMD yang mengelola hotel tersebut menyatakan perubahan konsep ini guna mewujudkan perintah Gubernur Anies Baswedan untuk merealisasi hotel syariah yang merupakan bagian program Halal Tourism.

“Untuk mengubah konsep dari hotel bisnis ke syariah, fasilitas hotel menyesuaikan kebutuhan umat muslim, contohnya setiap kamar dilengkapi sajadah dan Al-Quran.

"Di hotel ini tidak ada lagi bar maupun menyediakan minuman berkadar alkohol maupun masakan babi,” ucap Zulkarnain.

Selain itu, sejumlah hotel milik Pemprov DKI yang dikelola PT Jaktour tidak ada lagi menyewakan kamar dengan sistem jam-jaman atau short time.

“Sesuai permintahan Pak Gubernur Anies Baswedan di d'Arcici hotel tidak ada lagi menyewakan kamar hotel untuk dua atau tiga jam yang cenderung untuk berbuat mesum,” ujar Zulkarnain didampingi sejumlah direksi.

Ia menambahkan d’Arcici Al-Hijra terdiri dari 76 kamar. Fasilitas di d'Arcici Al Hijra tidak ada perbedaan dengan C'Arcici Plaza.

"Hanya perubahan konsep saja yang membedakan antara C'Arcici Plaza dan d'Arcici Al Hijra," kata Zulkarnain. (potan simamora)