Logo Kamis, 27 Juni 2019
images

Sebanyak 7 orang Kepala UP PTSP Kecamatan (Duren Sawit, Jatinegara, Makassar, Tebet, Pancoran, Pademangan, dan Kali Deres) Kamis (2/5/2019) menyampaikan presentasi proyek perubahan mereka sebagai peserta Diklatpim III di Badan Pengembangan Sumberdaya Manu

JAKARTA, KORANMETRO.com - Sebanyak 7 orang Kepala UP PTSP Kecamatan (Duren Sawit, Jatinegara, Makassar, Tebet, Pancoran, Pademangan, dan Kali Deres) Kamis (2/5/2019) menyampaikan presentasi proyek perubahan mereka sebagai peserta Diklatpim III di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI Jakarta. Sebagai pembimbing mereka (coach), Dr. Susi Setiawaty, M.Pd merasa bangga karena para Kepala UP PTSP Kecamatan tersebut sangat inovatif dalam mengajukan proyek perubahan yang akan dilaksanakan.

"Inovasi yang mereka buat dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan sekaligus meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, mereka juga menunjukkan kolaborasi sehingga menggugurkan kesan selama ini bahwa instansi pemerintah sulit ber-koordinasi satu sama lain," ungkap Widyaiswara Utama BPSDM ini.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas PM PTSP, Drs. H. Denny Wahyu Haryanto, selaku mentor dari para Kepala UP PTSP Kecamatan tersebut mengatakan senantiasa mendukung proyek perubahan yang akan dilaksanakan anak buahnya.

"Apa yang akan dilaksanakan mereka, kami nilai baik dan sangat bermanfaat baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, kami akan terus mendukung dan juga mendorong para Kepala UP PTSP Kecamatan lainnya utk senantiasa menghasilkan inovasi dan meningkatkan kinerja serta prestasi," jelas pria yang selalu tampil enerjik ini.

Yang menarik dari proyek-proyek perubahan yang diusung para Kepala UP PTSP Kecamatan tersebut adalah mulai adanya pemberdayaan masyarakat dalam proses perizinan. Salah satu contoh adalah proyek perubahan yang akan dilaksanakan oleh Ka. UP PTSP Kecamatan Duren Sawit, M. Radzal Noor.

Pria yang akrab dipanggil Buya ini mengajukan inovasi yaitu pembentukan kader/kelompok Masyarakat Sadar Perizinan (Masdarin). Menurutnya, gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya penolakan berkas permohonan perizinan karena tidak sesuai ketentuan terutama perizinan online. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman warga akan persyaratan dan ketentuan perizinan.

Padahal, DPMPTSP telah menyebarluaskan nya melalui on-line, outlet, media cetak, maupun crew Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB).  "Jika kita meng-edukasi satu persatu warga yang mengajukan izin, tentu kami kewalahan karena kurangnya staf dan banyaknya permohonan," jelasnya.

"Oleh karena itu, kami harus memberdayakan masyarakat dengan membentuk kader-kader yang sadar perizinan dan kami didik serta latih sehingga mereka mampu untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang perizinan. Pada akhirnya, penolakan berkas permohonan semakin berkurang dan diharapkan zero," lanjut pria yang pernah menjadi staf khusus empat Walikota Jakarta Timur ini.

 Proyek-proyek perubahan yang akan dilaksanakan oleh Kepala UP PTSP Kecamatan lainnya juga tidak kalah menariknya.

Semuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga diharapkan dapat mewujudkan visi Gubernur, "Maju Kotanya, Bahagia Warganya." (dra)