Logo Kamis, 27 Juni 2019
images

Coorporate Secretary Jakpro Hani Sumarno. (foto: indra)

JAKARTA, KORANMETRO.com - Guna memastikan proyek-proyek penugasan dilaksanakan sesuai asas governance dan nilai-nilai perusahaan, Badan Usaha Milik Daerah PT Jakarta Propertindo (Perseroda Jakpro) memperkuat pertahanan integritas di segala lini.

 Multi megastruktur penugasan dari Pemprov DKI Jakarta yang digarap Jakpro multiyears senilai total Rp13,1 triliun dari dana PMD (Penyertaan Modal Daerah).

"Angka ini masing-masing untuk proyek penugasan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) Rp4,5 triliun, Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Rp1,8 triliun, dan Light Rail Transit (LRT) fase 1 Rp6,8 triliun. Adapun megastruktur lainnya yaitu fasilitas pengelolaan sampah skala kota Intermediate Treatment Facility (ITF) dan Pantai Kita Maju Bersama hasil reklamasi adalah non-PMD," kata Dirut Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto di Jakarta, Rabu (29/5/2019) kemarin.

Didampingi Coorporate Secretary Jakpro Hani Sumarno, Dwi menegaskan melaksanakan proyek penugasan merupakan kepercayaan dan kehormatan bagi Jakpro. "Kami mengemban misi sebagai agent of development. Dalam konteks ini, kami tidak mencari profit,” ujar Dwi Wahyu Daryoto pada sesi jumpa media bertajuk Berbagi Kabar Baik, dari Seni hingga Sepak Bola ini.

Untuk memastikan penugasan dilaksanakan dengan pertanggungjawaban profesional, lanjut Dwi, Jakpro memperkuat pertahanan integritas dimulai dari internal perusahaan. Kebijakan dasar yakni pemberlakuan pengendalian gratifikasi. Jakpro menjelaskan tentang kebijakan pengendalian gratifikasi.

"Kami menerapkan tolak atau melaporkan ke Unit Pengendali Gratifikasi Jakpro," ujar Dwi.

 Platform pelaporan disiapkan dengan dukungan pihak independen, yang dipublikasikan sebelum proses tender proyek-proyek besar berlangsung.

 Sementara, Hani Sumarno menambahkan, tender proyek besar JIS dimulai Juni hingga Agustus 2019 untuk pengadaan kontraktor. Pekerjaan direncanakan berlangsung cepat dan cermat untuk target selesai Juni 2021. Revitalisasi TIM juga memasuki proses tender kontraktor pembangunan tahap 1.

"Ground breaking revitalisasi TIM disiapkan dalam rangkaian HUT Jakarta 22 Juni 2019. Kami menyesuaikan dengan jadwal Bapak Gubernur (Aniea Baswedan)," papar Hani.

 Dijelaskan Hani, TIM diproyeksikan menjadi landmark kota yang berkarakter di atas lahan seluas + 72.551m2 dengan luas total bangunan + 150.000m2.

 "Menyambut ulang tahun Ibu Kota Jakarta pula, LRT siap beroperasi komersial pada HUT DKI 22 Juni nanti. Perkembangan LRT terkini adalah konstruksi skybridge integrasi Stasiun Velodrome dengan halte Transjak Koridor 4, progress 70%. Integrasi ini untuk kenyamanan penumpang LRT hingga mencapai kawasan Sudirman," imbuhnya. (dra)