Logo Selasa, 25 September 2018
images

Ketua Panitia Pengisian Anggotq BPD Segarajaya saat menerima pengaduan dari Calon Anggota BPD. (foto: tahar)

BEKASI, KORANMETRO.com - Panitia pengisian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara resmi telah menetapkan sembilan belas calon pengisian anggota BPD dan menetapkan 413 nama-nama peserta musyawarah melalui keputusan Kepala Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi No. 140 PEM/604/SGJ/VI/2018 pada Kamis, (28/6/2018) lalu.

Namun demikian diakui Ketua Panitia Ahmad Zubair, adanya keputusan yang menetapkan nama-nama peserta musyawarah tersebut dipertanyakan kelayakannya oleh beberapa calon yang menurutnya tidak objektif dan bukan merupakan keterwakilan atau ketokohan di wilayah setempat.

Menyikapi hal tersebut, lanjut Zubair menjelaskan, panitia sudah memberikan batas waktu untuk menyelesaikan adanya perbedaan pandangan masalah ketokohan, dan kesepakatan tersebut sudah dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditanda tangani oleh semua calon pengisian anggota BPD yang berjumlah 19 orang.

"Saat ini tahapannya adalah tahapan pengumuman, dan itu yang harus kami jalankan agar kami tidak menyimpang dari tahapan yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama," tegasnya.

Di tempat yang sama, Sarwan Karnain (38) salah satu calon anggota BPD yang tidak puas dengan kriteria ketokohan mempertanyakan dasar pemilihan dari keterwakilan ketokohan yang telah ditetapkan panitia sangat tidak objektif karena tidak melibatkan masyarakat.

"Setahu saya kriteria yang saya pahami masalah ketokohan adalah diakui oleh masyarakat dan masyarakatlah yang berhak menilai layak atau tidaknya ketokohan tersebut," ujar Sarwan didampingi calon anggota lainnya Muhidin dan Siswanto.

Ditambahkan, bahwa keinginan Sarwan dan Muhidin adalah dilakukannya pemilihan langsung oleh masyarakat berdasarkan keterwakilan KK (Kartu Keluarga - red), alasannya masyarakatlah yang lebih layak untuk menilai

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Zubair selaku Ketua Panitia pengisian BPD Segarajaya mengatakan bahwa aturan dan tahapan yang dijalaninya telah berdasarkan pada peraturan yang ada.

"Tak mungkin dalam hitungan jam kami bisa melakukan pemilihan langsung seperti yang mereka inginkan, lalu bagaimana dengan calon pengisian anggota BPD lainnya, apakah mereka setuju? Bagaimana bila yang lainnya tidak setuju. Sementara kami  (panitia) harus mengikuti tahapan yang sudah ditetapkan," ujar Zubair menjelaskan.

Dikatakan, bahwa pemilihan peserta musyawarah pengisian anggota BPD  diselenggarakan oleh Panitia dan unsur Masyarakat berdasarkan keterwakilan wilayah. Sedangkan unsur Masyarakat yang dimaksud adalah keterwakilan tokoh dan keterwakilan kelompok " paparnya.

Ditempat terpisah, Camat Tarumajaya Drs Dwy Sigit Andrian. MM berharap bahwa penyelenggaraan pemilihan anggota BPD yang dilakukan secara serentak di wilayah Kabupaten Bekasi khususnya di Desa Segarajaya bisa berjalan lancar, aman dan tertib

"Adanya perbedaan pandangan mengenai ketokohan bisa disikapi dengan bijak agar timbul suasana harmomis dan berjalan dengan kondusif." Ucapnya kepada KORANMETRO.com di Kantor Kecamatan Tarumajaya. (tahar)