Logo Minggu, 18 November 2018
images

Fraksi PDIP DKI Jakarta menyoroti sejumlah kebijakan Gubernur Anies Baswedan selama setahun masa kepemimpinan di Jakarta.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Fraksi PDIP DKI Jakarta menyoroti sejumlah kebijakan Gubernur Anies Baswedan selama setahun masa kepemimpinan di Jakarta. Pasalnya banyak program Anies yang belum terpenuhi. Bahkan beberapa terkesan asal sekedar jalan.

Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menyebutkan sejumlah kegiatan itu diantaranya program OK-OTrip. Program yang sudah berganti nama itu banyak menghadapi hambatan ketimbang peluang.

"Contoh konkret minimnya peminat operator atau koperasi angkutan untuk bergabung disebabkan proyeksi keuntungan yang tidak jelas. Kemudian kita meragukan soal konsep terintegrasi akan berjalan mulus. Mengingat masih banyak halte yang terkoneksi dengan baik," kata Gembong dalam keterangan persnya terkait Setahun Kinerja Gubernur Anies Baswedan, di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/10/2018) kemarin.

Gembong melanjutkan terkait pengadaan rumah yang diprogramkan Anies pun dinilai tidak bertujuan untuk kepentingan warga miskin. "Karena program DP 0 rupiah jelas bukan untuk warga miskin. Karena warga dibebani cicilan sebesar 2 juta per bulan dan rumah tersebut diperuntukan bagi warga berpenghasilan Rp. 4 - Rp. 7 juta," urainya.
 
Tidak hanya itu, Gembong menambahkan program naturalisasi sungai yang diklaim bakal lebih baik dari normalisasi sungai dalam penerapannya masih jauh dari kenyataan.

"Nyatanya banyak program ini tak tuntas pelaksanaannya seperti Balai Besar Ciliwung, Cisadane, normalisasi kali Pesangrahan. Bahkan pembebasan lahan saja baru mencapai 40 persen," tambah Gembong.

Adapun terkait wacana Anies bakal mengoperasikan becak di Jakarta, menurut Gembong pada prinsipnya Fraksi PDIP setuju dengan alasan membela kepentingan masyarakat kelas bawah. "Namun sebaiknya diperhatikan dari aspek kajiannya. Jadi lebih baik saran kita pengayuh becak dialih profesikan ke sektor yang lebih manusiawi. Atau penarik becak ditempatkan ke tempat wisata," tukas Gembong. (jat)