Logo Rabu, 17 Oktober 2018
images

Razia peraturan genap ganjil mulai aktif digelar petugas Polisi dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Sepekan pelaksanaan ganjil genap, di wilayah Jakarta Timur, pelanggaran yang dilakukan pengendara terbilang masih sangat tinggi. Rata-rata sehari, 200 kendaraan pribadi ditindak petugas karena melintasi kawasan pembatasan.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin mengatakan, jumlah pelanggaran yang ditindak terus mengalami peningkatan. Dimana untuk satu pekan belakangan ini, pihaknya sudah menindak 1603 pengendara yang ditilang. “Rata-rata dalam satu hari kami menindak 200 kendaraan pelanggar ganjil genap. Paling banyak di hari keenam dengan menindak 289 pengendara,” katanya seperti dilansir Rabu (8/8/2018).

Masih melanggarnya pengendara, kata Kasat, karena selama ini mereka mengaku tak mengetahui hal tersebut. Padahal, sosialisasi atas pembatasan kendaraan itu sudah dilakukan selama satu bulan penuh. “Ada juga yang beralasan tak ada rambu. Namun kami tetap melakukan penindakan,” ungkapnya.

Untuk di wilayah Jakarta Timur sendiri, sambung AKBP Sutimin, ada tiga titik lokasi yang dilakukan pembatasan kendaraan. Seperti di Jalan MT Haryono, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Ahmad Yani. “Dan pelanggaran yang paling banyak itu ditemukan di jalan DI Panjaitan yang setiap hari mencapai ratusan pelanggar dan diberikan tilang,” ujar Kasat.

Kepala Seksi Lalulintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman mengatakan, untuk mendukung kawasan ganjil genap, Dinas Perhubungan sudah memasang rambu-rambu lalulintas. Tercatat ada 19 rambu larangan melintas sudah terpasang sebagai informasi ke pengendara. “Semua rambu sudah terpasang dengan baik, jadi bukan alasan lagi,” tegasnya.

Dikatakan Eman, pemasangan rambu dilakukan dibeberapa simpangan yang akan menuju lokasi. Hal itu untuk mencegah kendaraan masuk ke kawasan ganjil genap. “Dibeberapa titik sepanjang jalan juga kami pasang spanduk yang ditempel seperti di jembatan penyebrangan,” pungkasnya. (dra/psk)