Logo Jumat, 22 Februari 2019
images

Sejumlah petugas dari Lingkungan Hidup memindahkan timbunan limbah B3 di Rusun Marunda. (foto: tahar)

JAKARTA, KORANMETRO.com - Usai digelarnya sosialisasi pemanfaatan limbah berbahaya di lokasi sekitar temuan limbah yang berada di Rusunawa Marunda serta adanya jatuh korban luka bakar dari dua orang bocah akibat limbah B3.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI segera melakukan pemindahan limbah dengan melibatkan Sudin LH Jakarta Utara, Kecamatan Cilincing dan Keluarahan Marunda, Jakarta Utara pada Sabtu (12/1/2019) kemarin.

"Kegiatan pemindahan limbah yang diduga berasal dari hasil pemurnian minyak goreng (dikenal dengan istilah spent Bleaching Earth / SBE) merupakan permintaan warga setempat karena dikhawatirkan akan berdampak bahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Apalagi kemarin sudah ada laporan dua orang bocah dilarikan ke rumah sakit karena kakinya terdapat luka bakar akibat melintasi limbah tersebut," ungkap Mudasir selaku Kabid Pengawasan dan Penataan Hukum Lingkungan hidup Provinsi DKI,

Lurah Marunda, Hilda Damayanti yang turut memantau jalannya pemindahan timbunan limbah tersebut berjanji akan terus berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memindahkan sejumlah tumpukan limbah yang berada di Rusun Marunda.  "Sementara kita pindahkan dulu ke tempat yang lebih aman," ujarnya kepada KORANMETRO.com (Bekasi Pedia Group), kemarin, di Blok B Rusun Marunda. 

Selain di Rusun Marunda, menurut Kanit Intel Polsek Cilincing, Ipda Slamet Wiyono yang turut hadir di lokasi pemindahan limbah, sejumlah wilayah diduga sudah menjadi sasaran pembuangan limbah termaksud di wilayah Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang memang berbatasan dengan Kelurahan Marunda. 

"Ada lahan di Tarumajaya yang menjadi pembuangan limbah dengan material yang mirip. Kita sudah cek TKP nya bersama Kapolsek Cilincing saat ada laporan dua bocah warga bambu kuning Marunda terpapar limbah di kedua kakinya hingga terdapat luka bakar. Karena ini masuk wilayah Kabupaten Bekasi, Kita langsung kordinasi ke Polsek Tarumajaya," jelas Slamett.

Hal tersebut dibenarkan oleh Hilda, Lurah Marunda. Dalam penuturannya kedua bocah tersebut kini dalam penanganan Rumah Sakit dibilangan Kebantenan Jakarta Utara.

"Ditempat lain juga ada tumpukan serupa, dan saya mengetahuinya saat ada laporan dari pelajar Sekolah Dasar yang melihat ada timbunan pasir mengeluarkan api dan asap. Curiga itu mengandung limbah dan bahan berbahaya, saya langsung melapor ke petugas ahli dari Lingkungan Hidup," terangnya didampingi Kasi Pengaduan DLH Provinsi DKI, Rusliyanto.

Di tempat terpisah, Suparman (Mewakili Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara) menghimbau kepada masyarakat agar menghentikan pemanfaatan limbah B3 secara langsung yang digunakan sebagai Urugan. 

"Segera laporkan kepada instansi jika ditemukan pengangkut (Transporter-red) yang membuang Limbah B3, di tempat yang  tidak seterusnya," seru Suparman.

Dari pantauan KORANMETRO.com, serangkaian upaya terus dilakukan untuk penanganan permasalahan limbah yang mulai meresahkan warga di lingkungan Rusunawa Marunda Cilincing Jakarta Utara, mulai dari sosialisasi bahaya limbah, pemasangan papan pelarangan pemanfaatan limbah hingga pemindahan limbah ke tempat semestinya. 

Untuk penanganan lebih lanjut pihak Dinas LH dan Kepolisian Resort Metro Jakarta Utara akan menyelidiki kasus pembuangan limbah B3 kesejumlah Industri Minyak. (tahar)