Logo Rabu, 17 Oktober 2018
images

Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kanan), bersama Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan. (ist)

JAKARTA, KORANMETRO.com - Partai Gerindra masih terus membangun komunikasi intensif dengan partai politik mitra koalisi dan akan mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebelum 10 Agustus 2018 alias 29 hari lagi sejak berita ini disiarkan.  

"Partai Gerindra akan mengusung calon presiden Prabowo Subianto, sedangkan calon wakil presidennya bisa berasal dari partai politik mitra koalisi atau dari profesional," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro, di Gedung Parlemen, Jakarta.

Menurut dia, Partai Gerindra selama ini sudah membangun komunikasi intensif dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional, dan akan menerima Partai Demokrat jika ingin berkoalisi dengan Partai Gerindra.

Partai Gerindra, kata dia, memiliki komitmen dalam membangun koalisi tidak asal dapat mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, tapi membuat strategi dapat memenangkan pemilu presiden 2019. "Karena itu, Partai Gerindra akan membangun koalisi dengan mengajak sebanyak-banyaknya partai politik," katanya seperti dilansir Jumat (13/7/2018).

Anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan, kalau koalisi hanya dua partai dan partai mitra koalisi mengusung calon wakil presiden, maka koalisinya sudah lama terbentuk. "Namun, Partai Gerindra juga mencari untuk memenangkan pemilu presiden," katanya.

Menurut dia, Partai Gerindra melihat dari hasil survei, menyimpulkan pemilih yang sudah menentukan pilihannya akan memilih Jokowi 38 persen yang artinya Partai Gerindra masih memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilu presiden 2019.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Yandri Susanto, menyampaikan harapannya agar Partai Gerindra dapat memilih Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Menurut dia, pasangan Prabowo-Zulkifli akan cocok, karena PAN dan Gerindra memiliki kesamaan visi dan misi.

Menurut Susanto, PAN juga memiliki pengalaman mengusung capres dan cawapres. Para Pemilu 2004, Amien Rais yang saat itu menduduki jabatan ketua umum DPP PAN diusung sebagai calon presiden. Kemudian pada Pemilu 2014, PAN juga mengusung calon wakil presiden Hatta Rajasa yang saat itu ketua umum DPP PAN. (rus/ant)