Logo Rabu, 17 Oktober 2018
images

Mangket Aldiron Plaza Cinde (APC). (ist)

PALEMBANG, KORANMETRO.com - Sejumlah pembeli properti pasar modern yang dibangun melalui developer PT Magna Beatum member of Aldiron Hero Group merasa keceawa. Pasalnya, pihak management dianggap tidak memenuhi hak para konsumen.

Salah satu pedagang Pasar Cinde Palembang yang sudah membeli Aldiron Plaza Cinde (APC) merasa dilupakan oleh developer yang bernama Yeni. Dia mempertanyakan selama ini tidak ada progres pembangunan.

"Kenapa tidak ada progres pekerjaan fisik yang menunjukkan bahwa APC akan segera dibangun," katanya, seperti dirilis Sabtu (7/4/2018).

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan apakah ada kendala dari sisi budaya yang tergerus, sehingga APC tidak segera dibangun. Bahkan karena alasan menjadi kawasan Cagar Budaya, pembangunan yang dijanjikan hanya sekedar 'angan-angan' saja.

Dia menyebut, Ground Breaking awal Februari 2018 layaknya pembodohan terhadap konsumen dan juga calon konsumen.

"Kita lihat sekarang 'groundbreaking' selayaknya pemancangan pertama seolah akan ada pembangunan, namun ternyata tak ada pembangunan," tuturnya.

Hak sebagai konsumen, kata dia, juga sudah mulai diabaikan. Contohnya seperti layout yang terus berubah dan tidak sesuai pada waktu penawaran juga awal transaksi pembelian kios.

Menurutnya, kewajiban konsumen tetap harus dilaksanakan dan harus tepat waktu atau dikenakan denda. "Lebih parahnya, ada tunggakan kewajiban bisa berakhir dengan pembatalan sepihak dari pihak developer," tegasnya.

"Yang ditanyakan, mana kewajiban dan tanggung jawab sebagai developer pada konsumen. Kapan akan berdiri bangunan tersebut," imbuhnya.

Dia mengingatkan agar jangan mengabaikan para konsumen yang sudah membayar baik yang tunai atau cicilan melalui bank.

Dia juga menduga, sepertinya mall yang dipimpin oleh Atar Tarigan sebagai Direktur Utama belum memiliki ijin dari dinas terkait atas pembangunan tersebut.

"Menjadi pertanyaan bagi kami semua, ini developer bonafid atau developer abal-abal, sih?" tegas dia.

Untuk diketahui, mall tematik ini awalnya merupakan pasar tradisional Cinde yang di revitalisasi menjadi Aldiron Plaza Cinde (APC).

Sebelumnya sempat ada penolakan pada waktu pembongkaran bangunan pasar Cinde dari elemen masyarakat palembang terkait salah satu bangunan cagar budaya dengan banyak hastag #savecinde.

Penjualan kios sudah dilakukan sejak Maret 2017 dalam bentuk layout ( jual-gambar ) per lantai sesuai 'zoning' atau peruntukan, tetapi saat ini, para konsumen mulai malas membayar angsuran kios karena tidak ada progress setelah ‘ground-breaking’.

Banyak pihak terutama dari konsumen berharap, ada niat baik dari developer untuk segera membangun APC sesuai dengan promosi yang ada bahkan di janji-janji sebelumnya. (rls/jek)