Logo Selasa, 25 September 2018
images

Tim gabungan Basarnas hingga kini telah menemukan tiga orang penumpang KM Sinar Bangun yang meninggal dunia akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (ist)

SAMOSIR, KORANMETRO.com - Tim gabungan Basarnas hingga kini telah menemukan tiga orang penumpang KM Sinar Bangun yang meninggal dunia akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6/2018) pagi.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Posko Simanindo Samosir, Rabu (21/6/2018) malam, mengatakan kedua jenazah itu diangkut dari perairan Danau Toba ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Kedua jenazah wanita itu, ditemukan tim gabungan Basarnas dan Polri yang melakukan pencarian sejak Rabu pagi.

"Jenazah pertama ditemukan tim Basarnas di pinggiran pantai PT Jafta perairan Danau Toba, sekira pukul 07.00 WIB," ujarnya.

Selanjutnya, jenazah kedua ditemukan di pinggiran Danau Toba, di Daerah Sumbal pukul 10.30 WIB dengan ciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jaket Lee, celana jeans biru.

"Belum diketahui identitas kedua jenazah penumpang kapal kayu KM Sinar Bangun," kata mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Sebelumnya, seorang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan tewas di perairan Danau Toba, Desa Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa, (19/6/2018).

Penumpang tersebut atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Hingga kini, tercatat 19 orang ditemukan selamat terdiri atas 14 laki-laki, lima perempuan, dan satu orang meninggal dunia atas nama Tri Suci Wulandari.

Sebanyak 18 penumpang yang selamat itu belum diketahui identitasnya.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Penumpang panik dan banyak yang melompat ke perairan Danau Toba untuk menyelamatkan diri.

Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Budi Setiyadi, memimpin rapat pembagian tugas penanganan kecelakaan kapal tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, menjadi lima tim.

Tim pendaftaran yang dikoordinir kepolisian bagi keluarga korban guna memastikan jumlah penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam pada 18 Juni 2018 kira-kira pukul 16.00 Wib.

"Saat ini sudah ada 128 orang yang melapor keluarganya hilang dan kemungkinan menjadi korban," ujar Budi di Posko Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun, Selasa.

Pencarian korban tenggelam kapal kayu KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kembali dilanjutkan, Rabu, dengan pihak Basarnas menurunkan tim dengan peralatan khusus.

"Kita siap melakukan pencarian sampai korban ketemu, bahkan seharian jika kondisi memungkinkan dan ada petunjuk," kata Kepala Basarnas M. Syaugi di posko utama tim SAR di Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun, Rabu.

Saat menerima informasi musibah itu pada 18 Juni 2018 kira-kira pukul 17.00 WIB, Basarnas langsung menurunkan tim yang disiagakan di Parapat dan melakukan pencarian sampai tengah malam.

Hasilnya, 18 korban selamat dievakuasi dan dirawat di puskesmas serta rumah sakit di Kabupaten Samosir dan Simalungun, sedangkan seorang lainnya, atas nama Tri Suci Wulandari meninggal.

Untuk lebih mengintensifkan pencarian, Basarnas mengerahkan tim penyelam yang berpengalaman dari Jakarta dan alat canggih pendekteksi di dalam air serta skuter air yang mampu mengangkut enam orang.

"Kita sudah dapatkan koordinat titik tenggelam dan memetakan kondisi alam untuk mengetahui sejauh mana dan ke mana korban tergeser dari posisi semula," katanya.

Pemerintah menghentikan sementara operasional angkutan dari Simanindo ke Tigaras dan sebaliknya setelah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumut.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon di Simalungun, Selasa, menyebutkan penghentian operasional penyeberangan dari Simanindo-Tigaras dan sebaliknya belum dipastikan sampai kapan.

"Penghentian operasional angkutan air itu dihentikan hingga ada konfirmasi lebih lanjut termasuk terkait dengan perkembangan terbaru dari korban yang belum ditemukan," ujarnya.

Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumut, Hj R Sabrina yang mendatangi dua titik posko di Tigaras Kabupaten Simalungun dan Simanindo Kabupaten Samosir, berharap tim SAR segera menemukan korban hilang.

Sabrina menyebutkan musibah kapal tenggelam yang untuk sementara mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 18 orang luka dan 104 masih belum ditemukan itu merupakan duka mendalam bagi Sumut di Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumut, saya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun dan berharap tim SAR segera menemukan korban hilang," ujar Sabrina. (rus/ant)