Logo Minggu, 18 November 2018
images

Walikota Jakarta Timur, M. Anwar.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilres) tahun 2019, Walikota Jakarta Timur, M. Anwar menghimbau agar aparat pemerintah di lingkungan tidak berpolitik dan menjaga netralitas.

"Karena akan memasuki tahun politik, saya berharap aparat RT, RW dan elemen lain di bawah pemerintahan provinsi agar tetap netral dan tidak berpolitik," kata Anwar di dalam sambutannya pada apel Aksi Grebek Sampah dan Kebersihan Minggu Pagi, di Klender Jakarta Timur, Minggu (14/10/2018).

Anwar beralasan jika aparat pemerintahan di lingkungan ikut berpolitik dikhawatirkan menimbulkan perbedaan kepentingan. Dampaknya tentu saja bisa terjadi perpecahan.

"Misalnya ada RW ini dukung seorang caleg berbeda dengan RT- nya yang ikut dukung caleg partai lain. Masing-masing tentu akan mengarahkan warga untuk ikut mendukung calegnya. Hal seperti itu tentu bisa merusak sinergitas antar pimpinan di masyarakat. Dampaknya terjadi rawan gesekan di lingkungan," beber Anwar.
 

Karena itu Anwar menegaskan agar pimpinan di lingkungan menjaga suasana keamanan tetap kondusif. "Dengan lingkungan yang kondusif di lingkungan, kita semua berharap pelaksanaan pesta demokrasi tahun depan bisa berjalan aman," tukas Anwar.

Seperti diketahui di pertengahan tahun 2019 nanti dua pesta demokrasi bakal digelar yaitu Pilpres dan Pileg (Pemilihan Legislatif). Pelaksanaannya akan digelar serempak pada tanggal 17 April 2019 yang akan memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD serta akan memilih presiden dan wakil presiden. (indra)