Logo Jumat, 22 Februari 2019
images

Kepala Desa Segara Makmur, H. Agus Sotyan saat memberikan bingkisan kepada peserta Khitan Massal. (foto: tahar)

BEKASI,KORANMETRO.com - Hadir dalam penyelenggaran Khitan Massal yang digagasi oleh Karang Taruna Desa Segara Makmur dan Pegadaian Syariah THB Harapan Indah Bekasi, Kepala Desa H. Agus Sopyan disambut peluk cium dan suka cita oleh masyarakat setempat pada kegiatan Khitan Massal Ceria yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Segara Makmur Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (22/12/2018) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Agus Sopyan bersama Manager Marketing Suryani dan Kabag Pegadaian Syariah THB secara simbolik memberikan bingkisan kepada 50 peserta Khitan Massal.

Di tempat yang sama usai digelarnya kegiatan khitan massal Ceria 2018, kepada KORANMETRO.com (Bekasi Pedia Group). Agus Sopyan angkat bicara ketika disinggung masalah keterkaitan penahanan dirinya di Polda Metro Jaya sejak pertengahan bulan Agustus 2018 hingga 21 Desember 2018 lalu.

"Selaku pelayan masyarakat dan sebagai warga Negara, saya taat dan tunduk terhadap aturan hukum yang berlaku. Namun terkait dengan merebaknya pemberitaan kasus mafia tanah di Kecamatan Tarumajaya, Desa Segara Makmur beberapa waktu lalu, itu tidak berkaitan langsung dengan tupoksi saya sebagai Kepala Desa," jelas Agus Sopyan.

Dikatakan pula bahwa kapasitasnya waktu hanya sebagai pelayan masyarakat. "Dan itu dikuatkan dengan tidak adanya SP21 dari kejaksaan serta adanya putusan sela dari Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal (19/11/2018) lalu yang menyatakan pemeriksaan perkara mafia tanah Tarumajaya dibatalkan," jelas Agus menambahkan.

"Saya berharap adanya kasus tersebut, imej masyarakat tidak tergiring oleh opini yang selama ini berkembang bahwa dirinya adalah sekelompok mafia tanah yang ikut terlibat dengan dugaan pembuatan 163 AJB palsu yang digelar Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu," ujarnya penuh harap.

Seperti diketahui sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Bekasi khususnya Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya dibuat terkejut dengan rilis Polda Metro Jaya di berbagai media yang telah mengungkap kasus mafia tanah yang digelar di Markas Besar Kepolisian Daerah dengan menghadirkan pejabat Desa dan mantan Camat Tarumajaya sebagai tersangka dalam kasus mafia tanah tersebut.

Disebutkan dalam pemberitaan bahwa Subdit 2 Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus mafia tanah di Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang melibatkan oknum pejabat Desa, Kecamatan dan figur, dengan memalsukan AJB & Dokumen pendukungnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263, 264, dan 266 Jo. 55 KUHP.

Selain barang bukti 163 AJB yang diduga Palsu, dalam konferensi Pers yang digelar di Polda Matro Jaya pada tanggal (5/9/2018) tersebut secara resmi mengumumkan beberapa nama yang dijadikan tersangka. Diantaranya adalah. H.MD (Penjual), A A (Penjual); JS(Penjual); Hj. S F (Pembeli); Drs.HS,Msi (Camat); H. A S (Sekdes); H.A (Kades); H.H(Kadus); H. B (Staf Bag. Pemerintahan), S (Staff Desa) dan SH (StaffKecamatan).

Dari keterangan yang berhasil dihimpun KORANMETRO.com (Bekasi Pedia Group) kasus bermula berdasarkan Laporan Polisi No.Pol: LP / 2477 / VII / 2014 / PMJ / Ditreskrimum, tgl 3 Juli 2014 dengan Pelapor LILIS SURYANI sebagai pemilik tanah yang sah berdasarkan SHM No; 163 atas nama LINA berdasarkan Akta Jual Beli No. 277/ JB/ BS/ TR/ VII/ 1992 tanggal 20 Juli 1992 yang dibuat dihadapan Drs. BAMBANG SULAKSANA Selaku PPAT Kec. Tarumajaya.

Kemudian pemilik melaporkan keberatannya atas terbitnya AJB No. 1368/Segaramakmur, tanggal 31 Desember 2011 yang dibuat dihadapan Drs. HERMAN SUJITO MSi, selaku PPAT/Camat Tarumajaya.

Dengan dasar LP tersebut, Unit II Subdit 2 Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol. SAMIAN, SH, SIK, MSI selanjutnya menahan para pelaku yang diduga sebagai Mafia Tanah.

Dan kemudian dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Bekasi, penyidik kepolisian menetapkam. Hj. SF sebagai terdakwa  diikuti  oleh HMD. AA. JS dan terpisah mantan camat Tarumajaya Drs. HS

Dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi tertanggal (16/11/2018) menyatakan bahwa keberatan terdakwa diterima, menyatakan batal surat dakwaan penuntut umum serta menyatakan pemeriksaan perkara tersebut dihentikan.

Putusan yang dibacakan untuk umum dalam sidang terbuka tertanggal (19/11/2018) dipimpin oleh Hakim Ketua Dr. Yapi. SH didampingi H. M. Anshar Majid SH dan Djuyamto SH sebagai Hakm Anggota. (tahar)