Logo Jumat, 22 Februari 2019
images

Seksi Penanganan Pengaduan Dinas LH Prov. DKI bersama Seksi Penataan Hukum Sudin LH Kota Adm. Jakarta Utara saat meninjau lokasi pembuangan limbah di pemukiman warga Marunda. (foto: tahar)

JAKARTA, KORANMETRO.com - Pemanfaatan sisa limbah pengolahan industri minyak goreng (Spent Earth) dan sisa pembakaran Batubara yang dimanfaatkan masyarakat Marunda, Jakarta Utara untuk kepentingan rumah pribadi, penimbunan lahan serta untuk jalan lingkungan disayangkan Dinas Pengawas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu terungkap saat meninjau langsung lokasi pembuangan limbah di Jalan Marunda Pitung  dan Jalan Marunda Empang yang lokasinya bersebelahan dengan Pemukiman Rusun Marunda, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara baru-baru ini.

Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI, Ruslianto didampingi staf Dyra Ferdiansyah dan Arian Pramudi bersama Kepala Seksi Penataan Hukum Sudin Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Yudi Sumarso,ST beserta Ria Lantasi, S.ST dan Retno Budi M,ST. Mereka secara bersama-sama turut menelusuri keberadaan limbah berbahaya tersebut hingga kepemukiman warga.

Kepada Ketua RT/RW setempat, Kasi Pengadungan LH Provinsi DKI, Rusliyanto menghimbau agar tidak lagi mengizinkan warganya memanfaatkan limbah yang masuk  katagori B3 dalam bentuk apapun dimanfaatkan warga.

"Bahaya dari limbah ini pengaruhnya 5 sampai 20 tahun kedepan, selain bisa berpengaruh pada perkembangan mental anak-anak kita kedepannya, dampaknya juga bisa mempengaruhi daya pikir anak. Parahnya bisa menyebabkan cacat fisik dan mental pada anak. Dengan kata lain bisa menyebabkan anak jadi bodoh," jelas Rusli kepada warga di RW 07 Kelurahan Marunda.

Kepada wartawan KORANMETRO.com, Rusliyanro mengatakan akan secepatnya berkordinasi dengan bidang pengawasan, terkait adanya aduan masyarakat tentang pembuangan limbah di sini yang diduga dilakukan oleh industri minyak goreng di salah satu kawasan industri di DKI Jakarta.

"Saya akan selidiki dan telusuri siapa pelakunya, nanti saya akan berkordinasi lebih dulu dengan bidang pengawasan, kita hitung jumlah manifestnya. Dari produksi berapa dan limbahnya berapa, nanti akan terlihat di situ," terangnya dengan menyebut beberapa industri minyak goreng  yang ada di Jakarta.

Sementara itu, Sudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara, Yudi Sumarso mengaku terkejut dengan banyaknya penggunaan limbah berbahaya yang telah dimanfaatkan masyarakat baik untuk kepentingan pribadi maupun komersil.

"Ini memang harus segera dihentikan, dan masyarakat juga harus dibuat sadar dengan dampak yang akan ditimbulkan dari limbah berbahaya tersebut," jelasnya kepada KORANMETRO.com.

Terpisah, Masus, Kasi LH Kelurahan Marunda mewakili Lurah Hilda yang berhalangan hadir mendampingi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan membicarakan masalah limbah tersebut ke pimpinannya

"Mudah-mudahan ada bentuk sosialisasi ke masyarakat agar paham dengan bahaya yang ditimbulkannya dan scepatnya masalah timbunan limbah bisa dibuang dari daerah Marunda," ucap Masus penuh harap. (tahar)