Logo Jumat, 22 Februari 2019
images

Camat Tarumajaya dan pemerintah desa setempat saat meninjau Kali Pisang Batu. (foto: tahar).

TARUMAJAYA, KORANMETRO.com - Maraknya pemberitaan di berbagai media online maupun tv terkait tumpukan sampah di Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia yang berbatasan dengan Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat dan pemerintahan desa setempat. 

Hal tersebut terlontar dari Kepala Desa Pahlawan Setia, Zaenal Abidin yang turun langsung memantau jalannya mobilisasi normalisasi Kali Pisang Batu Pahlawan Setia pada Senin (7/1/2019) kemarin. 

Menurutnya, penumpukan sampah yang terjadi kali ini begitu luar biasa. "Kurang lebihnya sepanjang 1 Km aliran kali yang menjadi pembatas antara Desa Pahlawan Setia dan Desa Setia Mulya dipadati tumpukan sampah yang sudah mulai mengering," ujar Abidin kepada KORANMETRO.com (Bekasi Pedia Group) di lokasi Kali Pisang Batu. 

"Tentunya kami Pemerintah Desa Setia Mulya berharap ada campur tangan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup secara berkelanjutan untuk turut serta dalam penanganan normalisasi ini. Alhamdulillah hari ini sudah masuk alat berat dan truk-truk sampah," jelasnya menambahkan. 

Dijelaskan Abidin, penumpukan sampah di Kali Pisang Batu itu terjadi berasal dari hulu kali Desa Setia Asih dan Pemerintah Kota Bekasi yang kemudian mengalir dan tertahan di tanggul yang sengaja di bendung petani dengat alat seadanya untuk mengairi sawah.

Ditempat terpisah, Ahmadi, Kepala Desa Setia Mulya mengaku sudah sering melakukan upaya pembersihan dengan melibatkan warganya namun menurutnya selain dari manusianya juga tumpukan sampah itu akibat kiriman dari wilayah lain.

"Juga ada tanggul yang dibuat oleh warga untuk mengaliri sawahnya karena sudah mulai musim tanam. Jadi sampah tersebut tertahan," jelas Ahmadi. 

Hal senada juga terucap dari Kepala Desa Setia Asih, Hj. Siti Qomariyah saat dikonfirmasi lewat phone selulernya. Diakuinya penumpukan sampah juga terjadi di wilayahnya. 

Terkait penumpukan sampah yang terjadi di Kali Pisang Batu, Siti Qomariah tidak menampik itu berasal dari aliran kali yang berada di wilayahnya. "Namun ini bukan masalah dari siapa ke siapa, karena pastinya yang disalahkan yang berada di atasnya. Sementara aliran sampah yang masuk ke wilayahnya juga berasal dari kali Pemerintah Kota Bekasi," ucapnya mengklarifikasi.

"Ini memang tugas semua untuk meminimalisir permasalahan sampah yang menumpuk. Pertama dengan kontraktor yang menangani normalisasi kali, yang menurut saya kurang profesional dan yang kedua adalah dari prilaku manusianya sendiri yang membuang sampah sembarangan. Ini bukan tugas pemerintah desa saja tapi tugas semua, masyarakat maupun pemerintah," paparnya saat dikonfirmasi KORANMETRO.com melalui selularnya. 

Komentar lain terkait maraknya beragam pemberitaan penumpukan sampah yang terjadi, Kepala Desa Samudra Jaya, Ibnu Hajar HS menyambut positif dari rekan-rekan media yang telah mengekspos persoalan sampah hingga akhirnya mendapat tanggapan dari beberapa pihak terkait.

"Namun alangkah bijaknya sampaikan dulu dengan bahasa yang sejuk, silahkan saja dikritisi tapi dengan bahasa yang baik. Lakukan dengan hal yang terbaik dulu bukan dengan persoalan yang arogan,"ujarnya terkait dengan adanya bahasa pembiaran bahwa Pemerintah Desa dan Kecamatan tidak ada perhatiannya.

"Saya berharap baik dari Media maupun LSM ketika mengekspos berita gunakan dengan bahasa yang sejuk dan baik. Saya mengapresiasi semua pihak termasuk Kepala Desa dan Camat Tarumajaya yang telah merespon hal-hal seperti itu, buktinya dari lingkungan hidup dan Pemda juga langsung merespon," pangkasnya meminta maaf.

Dari pantauan KORANMETRO.com selain penumpukan sampah yang terjadi di Kali Setia Asih, Kali Pahlawan Setia dan juga Kali Setia Mulya di wilayah Kali Bojong Pantai Makmur hingga Kali Segara Makmur juga dipenuhi tumbuhan eceng gondok.

"Sepertinya tumbuhan eceng gondok ini menahan aliran sampah dari wilayah lain masuk ke sini, tidak bisa dibayangkan bila sampah ini bisa mengaliri Kali BKT yang menjadi pintu gerbang DKI, pastinya wajah Kabupaten Bekasi akan seperti apa," ucap Andi Kopral salah satu warga Segarajaya mengkritisi. (tahar)