Logo Kamis, 27 Juni 2019
images

Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Tim Saber Pungli Jakarta Timur, terus meningkatkan kinerja. Salah satunya melalui rapat koordinasi antar instansi, yang digelar di Kantor Walikota Jakarta Timur. Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Ketua Tim Saber Pungli Jakarta Timur, Kompol Sri Bhayakari, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, T. Rahman, serta sejumlah pimpinan instansi dari TNI dan jajaran terkait.

"Sesuai instruksi Presiden Jokowi, Tim Saber Pungli akan terus bekerja memerangi pungli di instansi pemerintah, khususnya di wilayah Jakarta Timur ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta memerangi pungli dengan cara melaporkan kepada kami," ujar Komisaris Polisi Sri Bhayangkara saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (30/8/2017) kemarin.

Sri meyakini, bersama-sama dengan pimpinan wilayah lainnya, yakni Walikota, Kejaksaan, dan TNI, Tim Saber Pungli mampu mewujudkan harapan masyarakat, untuk membebaskan warga dari ancaman pungli.  Seperti diketahui, saat ini masyarakat sejak mulai lahir, kemudian sekolah, bekerja hingga saat meninggal dihantui ancaman pungli.

Lahir di rumah sakit dipungli, mau masuk sekolah kena pungli, melamar kerja dipungli, ketika meninggal dan dimakamkan pun dikenai pungli. "Berangkat dari maraknya pungli ini, maka langkah pemerintah membentuk Tim Saber Pungli sangat tepat," katanya.

Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, menegaskan keseriusannya memerangi pungli di wilayah Jakarta Timur. Pihaknya tidak akan segan, memberikan sanksi tegas kepada bawahannya yang terlibat pungli. "Jika terbukti melakukan pungli akan saya pecat dan selanjutnya diserahkan ke penegak hukum untuk diproses," tegasnya.

Bambang tidak mau main-main dengan praktik pungli. Pihaknyapun terus mensosialisasikan Tim Saber Pungli ini, agar masyarakat juga mengetahui bahwa tidak boleh terlibat pungli dengan memberikan uang kepada petugas. Semisal saat mengurus surat-surat di kelurahan, di kecamatan atau di PTSP tidak boleh ada pungli.

"Kami sangat serius terkait hal ini," jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, T. Rahman, menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya memerangi pungli yang dikomandoi oleh Ketua Saber Pungli Jakarta Timur. Dengan segenap sumber daya yang dimiliki, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur akan ikut menyukseskan pemberantasan pungli sesuai arahan pemerintah pusat.
"Kami akan bersama-sama dengan pihak Polri, Walikota, dan TNI serta instansi terkait lainnya menyukseskan pemberantasan praktik pungli di wilayah Jakarta Timur ini," tandasnya. (dy)