Logo Selasa, 25 September 2018
images

Ilustrasi.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan polemik pelarangan pemakaian cadar mahasiswi tidak perlu diperpanjang lagi. Sebab larangan tersebut sudah ditarik oleh pihak kampus UIN Yogjakarta.

"Sudahlah tidak perlu dibesar-besarkan, kamous juga sudah menarik larangan tersebut," kata Zulkifli usai membuka Musda DPD PAN Jakarta Pusat, di hotel Arcici, Minggu (11/3/2018)

Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR itu menilai, banyak hal lain yang perlu larangan tegas. Dikatakan dia, seperti LGBT, pemerintah harus mampu menangkal kemauan dari sebagian kalangan agar LGBT diperbolehkan.

"LGBT saja yg nyata-nyata sudah mau minta dilegalkan, itu saja larang dengan tegas, pungkas Zulkifli.

Seperti diketahui Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melarang mahasiswinya mengenakan cadar di lingkungan kampus. Pelarangan pemakaian cadar itu merupakan perlakuan yang sangat diskriminatif. Alasan yang dijadikan pertimbangan untuk melarang pun tidak jelas.

Pelarangan cadar di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu bermula dari kesimpulan yang salah. Kesimpulan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, yang mengaitkan cadar dengan radikalisme adalah keliru besar. Apalagi ia menduga para mahasiswi yang mengenakan cadar merupakan penganut Islam yang menentang ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Islam moderat yang diusung kampus tersebut. Namun akhirnya pelarangan tersebut sudah dicabut. (potan)