oleh

Capaian Pajak Reklame Pemkot Bekasi Baru 20 Persen

BEKASI, KoranMetro.com – Hingga pertengahan tahun 2019, pencapaian pajak reklame di Kota Bekasi baru sekitar 20 persen. Persentase itu setara Rp18,2 miliar dari target Rp91,4 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Arief Maulana mengatakan, rendahnya penyerapan pajak reklame dikarenakan sejumlah faktor. Pada 2018 saja, target reklame sebesar Rp90 miliar hanya tercapai Rp31,1 miliar.

“Rendahnya penyerapan pajak reklame disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya kurang kuatnya hukum yang kita miliki,” kata Arief, seperti dilansir dari media lokal pada Senin (8/7/2019).

Untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada reklame, pihaknya pun gencar melakukan pengawasan. Pada Rabu lalu, sebanyak enam konten reklame di Kota Bekasi di berbagai ruas pun akhirnya diturunkan.

Arief menjelaskan, penurunan reklame-reklame itu karena ada ketidaksesuaian izin dan tak mengantongi izin sama sekali. Keberadaan reklame ilegal itu terungkap setelah petugas melakukan penyisiran selama beberapa jam.

Petugas mencocokan data yang dimiliki dengan fakta di lapangan dimulai dari perbatasan DKI Jakarta menuju tengah kota hingga perbatasan Kabupaten Bekasi.

“Penyisiran kita lakukan bertahap, titik awal kita lakukan di perbatasan dengan DKI Jakarta dulu, setelah itu merambat ke wilayah lain,” kata Arief.

Tidak hanya menurunkan konten reklame saja, petugas juga akan membongkar konstruksi reklame sebab keberadaan reklame tersebut juga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari instansi terkait.

“Ukurannya sangat bervariatif, mulai dari ukuran paling kecil sampai yang berukuran besar seperti 5 meter x 10 meter. Bahkan ada juga reklame jenis billboard yang menjadi incaran penurunan layar,” tandasnya. (*)

Komentar

News Feed