oleh

Kadin: Infrastruktur Perbatasan Menjadi Tantangan Usaha

SOLO, KoranMetro.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta menyatakan kondisi infrastruktur jalan di perbatasan menjadi tantangan bagi dunia usaha karena terkesan kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah.

“Kalau dilihat beberapa jalan di perbatasan kondisinya kurang begitu bagus, tentu ini mempengaruhi kelancaran arus distribusi,” kata Ketua Kadin Kota Surakarta Gareng S Haryanto di Solo, seperti dilansir Senin (22/7/2019).

Padahal, dikatakannya, potensi UMKM di Soloraya dibandingkan daerah lainnya menempatkan wilayah tersebut di posisi strategis bagi Jawa Tengah. Meski demikian, kesiapan infrastruktur masih menjadi tantangan.

Oleh karena itu, ia berharap adanya koordinasi yang baik antar pemda untuk bisa memberikan solusi terkait kondisi jalan di perbatasan.

Ia mengatakan lancarnya konektivitas antardaerah akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, di antaranya meningkatkan konsumsi, meningkatkan produktivitas, meningkatkan stabilitas ekonomi makro, dan meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Tantangan lain dalam dunia usaha, dikatakannya, adalah birokrasi yang belum efisien dan masalah perizinan usaha.

Terkait hal itu, ia juga meminta agar pemerintah daerah bisa memperbaikinya secara bertahap sehingga makin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Jawa Tengah, khususnya Soloraya.

Sementara itu, selain tantangan yang cukup beragam, menurut dia peluang dunia usaha di Soloraya pun cukup besar, salah satunya potensi program klaster.

“Harapan kami pengembangan secara simultan baik untuk industri besar dan UMKM dengan model klaster untuk secepatnya diberlakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan pengembangan kawasan industri berbasis klaster yang terintegrasi dengan klaster industri di daerah lain,” katanya.

Peluang lain, dikatakannya, pengelolaan sumber daya umum di bidang pertanian, industri, dan pariwisata di Soloraya.

“Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur termasuk termasuk di dalamnya infrastruktur terintegrasi sangat diperlukan agar bisa potensi daerah makin terbuka,” katanya. (*)

Komentar

News Feed