oleh

Memprihatinkan, Kantor Dishub Jakut Sudah Tak Layak Huni

JAKARTA, KoranMetro.com – Besarnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dari tahun ke tahun terus meningkat, ternyata tak sebanding lurus dengan semua fasilitas kantor pelayanan publik di Ibu Kota dalam kondisi megah dan baik.

Ironi, Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara (Jakut) di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Rawabadak, Jakarta Utara sangat memprihatinkan, jika tidak mau dibilang kumuh dan tidak layak pakai.

Kantor berlantai 3 di atas lahan sekitar 4 hektare itu adalah eks Kantor Wilayah (Kanwil) Perhubungan DKI yang dibangun di era Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1972

Gedung Sudin Perhubungan Jakarta Utara itu, pada Selasa (9/7/2019) kemarin, pilar dan tiang di lantai 2 sudah miring ke arah timur.

Ketika dilihat dari depan pintu gerbang, pilarnya sudah miring ke kiri. Kemudian retak-retak yang sudah barang tentu sangat mengkhawatirkan.

Menurut salah seorang Kepala Bidang Sudin Perhubungan Jakut yang enggan disebutkan jati dirinya mengatakan bahwa tahun 2020 dilakukan kajian dan pada 2021 akan dibangun oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI.

“Tim survei dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI membenarkan bahwa gedung Sudin Perhubungan Jakarta Utara, sudah tidak layak, dan harus dibangun ulang,” kata Kepala Bidang tersebut.

Ia tidak ingin memberi penjelasan kepada wartawan karena hal itu kewenangan Kepala Sudin, dan bahkan kebijakan Kepala Dinas Perhubungan.

Kajian dan Penganggaran Pembangunan Gedung Sudin Perhubungan adalah hal Dinas Perhubungan dan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI.

Menurut Kepala Bidang tersebut, tidak hanya sudah tak layak pakai, gedung Sudin Perhubungan Jakarta Utara juga rawan banjir, sebab antara Jalan Yos Sudarso dan posisi gedung Sudin Perhubungan lebih pendek, sehingga saluran air-nya selalu mengalir ke halaman kantor.

“Jalan Yos Sudarso dan drainasenya lebih tinggi, sehingga airnya mengalir ke kawasan gedung Sudin Perhubungan dan Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu,” katanya.

Ia mengharapkan pembangunan gedung Sudin Perhubungan Jakarta Utara bisa menghadap ke arah jalan raya.

Salah seorang ASN senior di kantor Sudin Perhubugan yang enggan disebut namanya mengungkapka, setiap saat ketika bekerja, duduk di kursi kerja terasa ada gempa bumi, karerna tanahnya bergoyang kencang.

“Dulu pada saat membangun gedung ini belum ada sistem pemadatan tanah, sehingga ketiga ada kontainer besar yang lewat di jalan, gedung Dishub, selalu berguncang keras,” katanya.

Salah seorang pegawai PNS senior mengatakan, dia malu mengajak tamunya ke kantor karena keadaan gedung kantornya sangat kotor, nyaris seperti kandang burung. (dra)

Komentar

News Feed