oleh

Selidiki Pembobolan ATM, DPRD Merekomendasikan Pansus Bank DKI

JAKARTA, KoranMetro.com – DPRD DKI Jakarta akan segera merekomendasikan untuk membentuk panitia khusus (pansus) Bank DKI. Pasalnya, kejadian pembobolan di ATM Bersama dengan ATM Bank DKI menjadi pintu masuk perbaikan manajemen di Bank Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

“Saya akan usulkan agar DPRD membentuk pansus untuk menyelidiki permasalahan di Bank DKI. Pansus ini akan bekerja untuk menginvestigasi permasalahan sebenarnya, bukan hanya pembobolan tapi sistem perbankan mereka,” ujar Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Purwanto, di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dia menilai, sistem monitoring dan keamanan di Bank DKI sangat lemah. Hal ini akan berdampak pada ketidakpercayaan nasabah untuk menyimpan uangnya di Bank DKI. Bahkan, ucapnya, warga yang sudah menjadi nasabah bank DKI pun menjadi tidak mau bertransaksi melalui Bank DKI.

“Secara pribadi, saya juga mengalami hal yang sama, saldo rekening di Bank DKI selalu berkurang tanpa saya ketahui dan potongannya aneh-aneh, ada biaya administrasi, ada fee, dan lainnya. Ketika saya tanyakan ke mereka, jawabannya tidak memuaskan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Untuk itu, katanya, pembentukan Pansus Bank DKI diharapkan menjadi solusi dalam mengevaluasi kinerja dan sistem Bank itu secara komprehensif.

Dia mendorong, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menindaklanjuti kasus pembobolan ini dengan cermat.

“Ada pihak lain di internal Bank DKI yang memainkan pembobolan itu secara masif. Oknum itu harus diusut tuntas. Karena kalau secara kelembagaan ini sudah diatasi oleh pimpinan, tapi pegawai di bawahnya kan memainkan peluang ini terus. Apalagi setiap vendor, SKPD dan pihak lain yang terlibat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bertransaksi melalui Bank DKI. Perputaran uangnya besar,” jelasnya. (dra)

Komentar

News Feed